Mataram (Bisnis Bali) – PT Pertamina Persero optimis mampu memenuhi kebutuhan bahan bakar pesawat atau avtur dalam mendukung kegiatan IMF yang akan terselenggara di Bali pada Oktober mendatang. Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Ampenan salah satunya, memastikan pasokan avtur akan tetap tersedia untuk NTB sebagai daerah penyangga dan juga diprediksi menjadi salah satu daerah tujuan kunjungan para delegasi dunia.

“Pada perhelatan IMF diprediksi aktivitas penerbangan akan cukup tinggi mengingat delegasi datang dari seluruh dunia, sehingga ketersediaan avtur harus dipastikan memadai,” kata Operation Head TBBM Ampenan, La Imbo di Mataram Jumat (13/7).

Untuk menjaga kelancaran operasional selama momen besar skala dunia, stok avtur dipastikan meningkat dari normalnya.

“Berapa persen penambahan jumlahnya, tentunya menyesuaikan dengan kebutuhan saat momen tesebut,” ungkapnya saat menerima awak media dari Bali.

TBBM Ampenan mencatat rata-rata penyaluran per hari (DOT) avtur  di wilayah setempat sebanyak 160 kiloliter. Bahan bakar untuk pesawat udara tersebut dipasok dari Depo Pertamina Manggis selain dari Cilacap sebagai penyaluran alternatif.

Terkait antisipasi TBBM yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso No. 110, Ampenan, Mataram tersebut terkait erupsi Gunung Agung, La Imbo menyampaikan, sampai saat ini pasokan BBM dan bahan bakar khusus (BBK) tidak ada kendala mengingat banyak alternatif yang bisa diandalkan.

“Pasokan BBM /BBK di daerah itu bisa dipasok di antaranya dari Terminal BBM Tenau di Kupang dan Surabaya serta dari Terminal Transit Pertamina Wayame di Ambon, ” jelasnya .

TBBM juga bisa mendatangkan pasokan dari Terminal Transit Baubau di Sulawesi Tenggara yang dapat ditempuh melalui jalur laut dengan estimasi waktu tiba di Ampenan sekitar 18 jam. Selama ini pasokan BBM di Ampenan hampir 70 persen berasal dari Depo Pertamina di Manggis Kabupaten Karangasem.

Ia pun menuturkan sebagai salah satu Unit Operasi Suplai & Distribusi di Direktorat Pemasaran Marketing Operation Region V yang berada di Pulau Lombok, terminal ini mencatat rata-rata penyaluran per hari (DOT) premium di wilayah setempat mencapai 721 kiloliter, solar (681 kiloliter), pertamax (319 kiloliter), dan pertalite (242 kiloleter)

Hal sama dibenarkan Jr. Officer Communication & Relation PT Pertamina MOR V, Aries Buana. Terkait persiapan IMF, TBBM yang dibangun pada 1956 dengan luas area 36.000 meter persegi ini akan menyiapkan cadangan bahan bakar pesawat terbang sesuai kebutuhan pesawat-pesawat yang nanti mengangkut para delegasi dunia.

“Lombok juga menjadi salah satu destinasi kunjungan wisata bagi delegasi peserta sidang IMF-World Bank Annual Meeting, sehingga ketersediaan avtur menjadi perhatian khusus,” jelasnya. (dik)