Tabanan (Bisnis Bali) – Selama semester I tahun ini, sektor pertanian di Kabupaten Tabanan menjadi sektor ke dua terbesar menyerap Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sektor perdagangan menjadi debitur KUR terbsar yang disalurkan kalangan perbankan di Kabupaten Tabanan.

Kepala Bank BPD Bali Cabang Tabanan, IB., Gede Ary Wijaya Guntur, SE., MM Jumat (13/7) mengungkapkan, ada lima sektor usaha penyerap KUR yang dilayani pihaknya. Perdagangan yang sekaligus merupakan sektor penyerap KUR terbesar, disusul pertanian termasuk perikanan dan peternakan, industri, hingga jasa. Tahun ini Bank BPD Bali Cabang Tabanan mendapat alokasi penyaluran KUR hingga Rp1,9 miliar untuk KUR mikro dan Rp60,5 miliar untuk KUR kecil.

“Dari alokasi KUR yang dibandrol dengan suku bunga 7 persen tersebut rata-rata serapannya cukup baik. Itu juga tercermin dari serapan yang ada,” tuturnya.

Hingga Juni, penyaluran KUR di Bank BPD Bali Cabang Tabanan sudah teserap hingga Rp1,3 miliar dari total alokasi atau sekitar 82 persen. Begitu pula untuk KUR kecil yang serapannya sudah mencapai Rp55,1 milar atau 51 persen. Hampir mendekati 100 persen, namun saat ini belum ada rencana penambahan alokasi KUR. Seandainya memang sudah habis, pihaknya akan berkoordinasi lagi ke kantor pusat untuk bisa diberikan penambahan lagi.

Serapan yang tinggi oleh sektor usaha ini dibarengi juga kesadaran debitur dalam memenuhi kewajiban mereka. Terbukti hingga kini kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) dari KUR masih di posisi 0 persen. Itu artinya, debitur KUR di Kabupaten Tabanan ini sadar akan kewajiban dalam pembayaran kredit. Selain itu menurutnya, KUR ini memang benar-benar dimanfaatkan untuk kemajuan usaha oleh debitur. (man)