Denpasar (Bisnis Bali) – Menggunakan sanggul atau pusung tagel sebagai lambang kedewasaan perempuan Bali, merupakan keharusan di sejumlah acara keagamaan. Pusung tagel yang dihiasi dengan tusuk konde, mampu membuat penampilan seseorang terlihat mempesona dengan rambut yang tertata rapi.

Tusuk konde, menjadi salah satu aksesoris yang paling banyak dicari wanita di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) ke- 40 ini. Rely penjaga stand Vajra Silver mengatakan penjualan tusuk konde lumayan tinggi. “Kalau ibu – ibu selain mencari bros, kebanyakan mencari tusuk konde karena setiap saat pasti menggunakannya,” katanya Rabu (11/7).

Tren tusuk konde saat ini masih berkutat pada bahan alpaca dan mengincar semua segmen. Dengan bahan alpaka harganya menjadi lebih terjangkau. Untuk satu buah tusuk konde alpaka dibandrol dari Rp50 ribu hingga Rp100 ribu, tergantung bentuknya.

“Harga tusuk konde yang kami produksi memang sangat terjangkau, sehingga konsumen semua kalangan bisa menjangkaunya. Karena di ajang PKB ini, memang merupakan momen bagi masyarakat Bali untuk melihat dan memilih tren terbaru,” ungkapnya.

Meski demikian untuk pangsa pasar menengah ke atas, pihaknya juga membuat desain khusus yang lebih ekslusif.

“Kami punya desain eksklusif masih dengan bahan alpaka, namun dikombinasikan dengan batu permata asli sehingga harganya lebih tinggi. Dari segi desain juga khusus sehingga terlihat lebih mewah,” katanya. Dengan demikian semua segmen pasar dapat terjangkau dan terpenuhi kebutuhannya.

Pihaknya mengaku tren tusuk konde terbaru yang diluncurkan adalah tusuk konde dari kayu yang dikombinasikan dengan alpaka. Untuk tusuk konde model tersebut dibandrol Rp70 ribu. (pur)