BERTATAP MUKA - Rombongan tim Smart City pusat yang dipimpin Executive Staf Kepresidenan Deputi 1, Robertus Theodore, saat bertatap muka dengan Wali Kota I.B Rai Dharmawijaya Mantra di Kantor Wali Kota Denpasar.

Denpasar (Bisnis Bali) – Program Denpasar Smart City yang getol dilakukan Wali Kota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Walikota I GN Jaya Negara mendapat apresiasi Tim Smart City pemerintah pusat. Apresiasi ini disampaikan rombongan tim Smart City pusat yang dipimpin Executive Staf  Kepresidenan Deputi 1, Robertus Theodore, baru-baru ini saat bertatap muka dengan Wali Kota I.B Rai Dharmawijaya Mantra.

“Program Smart City Denpasar telah berjalan baik, hal ini juga tak terlepas dari leadersip  yang sangat mendukung dan melakukan inovasi dalam mewujdukannya,” ujar Robertus.

Pertemuan dengan Wali Kota Rai Mantra menyebut pembahasan program 100 Smart City yang telah dilakukan dalam pertemuan sebelumnya dengan OPD di Graha Sewaka Dharma Lumintang. Ia juga menyampaikan program Smart City Denpasar sangat menarik dalam membantu masyarakat Denpasar, seperti keberadaan Damamaya Cyber Monitor, pengaduan rakyat online Denpasar.

Saat ini Kementerian Kominfo hanya mampu menampung 100 Kota Smart City di Indonesia. Sedangkan terdapat 500 Kota di Indonesia yang nantinya dapat memberi imbas dari 100 kota tersebut.

“Sekarang kita hanyak lakukan pemilihan 100 kota dan yang terpilih kita lakukan komunikasi yang diharapkan memberikan pengaruh ke kota-kota lainnya,” ujarnya sembari mengatakan masukan Wali Kota Rai Mantra terkait Call Centre 112 agar pengelolaan diserahkan ke daerah akan disampaikan pada rapat-rapat khusus di Kementerian Kominfo.

Sementara Rai Mantra mengatakan Call Centre kegawatdaruratan di Kota Denpasar sebelumnya menggunakan nomor telepon 223333, dan ditingkatkan dengan fasilitas nomor resmi Call Centre 112 dari Kementerian Kominfo. Tentu hal ini dapat diserahkan ke daerah pengelolaan 112 yang nantinya dapat lebih meningkatkan pelayanan.

Karena selama ini sering terjadi kekroditan saat penyaluran nomor telepon 112 yang dilakukan oleh masyarakat. Apalagi program kegawatdaruratan ini sangat dibutuhkan masyarakat, lewat berbagai fasilitas yang disediakan Pemkot Denpasar seperti pemadam kebakaran, fasilitas antar jemput jenazah gratis, penangkapan hewan yang mambahayakan masuk rumah warga, pohon tumbang, dan pelayanan lainnya.

Saat ini masyarakat mengenal Smart City terbatas hanya pengelolaan Informasi Teknologi semata, namun jauh daripada itu program ini sangat membantu dalam melayani masyarakat. Hal ini diharapkan dapat menyatukan program dari pemerintah pusat dan didukung dengan tenaga ahli yang nantinya mampu memberikan kemanfaatan kepada masyarakat serta bermuara pada tingkat kebahagiaan dan kemakmuran masyarakat atau Happiness dan Prosperity. (sta)