PARIWISATA - Pemerataan pembangunan pariwisata merupakan bagian upaya mewujudkan pariwisata berkelanjutan.

Denpasar (Bisnis Bali) – Pemerataan pembangunan pariwisata merupakan bagian mewujudkan pariwisata berkelanjutan. Ketua DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Bali, Nyoman Nuarta Rabu (11/7) mengatakan, pemerataan pembangunan pariwisata mesti antara lain mesti diwujudkan dengan penambahan infrastruktur.

Pemertaan pembangunan pariwisata perlu diarahkan ke Bali Utara. Ke depan, Bali perlu bandara alternatif selain Bandara I Gusti Ngurah Rai. Ini dengan merealisasikan rencana pembangunan  bandara di Bali Utara. Secara teknis, bandara alternatif di Bali Utara dapat digunakan ketika Bandara I Gusti Ngurah Rai ditutup. Dengan lalu lintas penerbangan di Bandara Ngurah Rai  terlalu padat, sebagai alternatif penerbangan selanjunya bisa dialihkan ke bandara di Bali Utara.

Upaya pemerataan pembangunan pariwisata tak hanya dengan penambahan bandara baru di Bali Utara. Pelabuhan laut juga perlu dioptimalkan untuk menunjang pariwisata Bali.  Ia mencontohkan Pelabuhan Tanah Ampo bisa dioptimalkan sebagai dermaga cruise. Pemerintah mesti mengoptimalkan pelabuhan Tanah Ampo untuk mengaet wisatawan cruise.

Ia melihat dalam pemerataan pembangunan paiwisata pemerintah juga perlu mengoptimalkan transportasi darat. Ini bisa dalam bentuk jalan tol yang bisa menembus Bali Utara dan Bali Selatan. Nyoman Nuarta menambahkan  pemeratan pembangunan pariwisata khususnya kawasan di luar Bali Selatan agar kemacetan kriminalitas serta kue pariwisata bisa  dinikmati oleh seluruh masyarakat Bali secara merata.

“Kalau pembangunan pariwisata masih numplek  Bali Selatan justru akan muncul masalah kriminalitas, masalah sosial dan kemacetan yang semakin parah,” ucapnya. (kup)