FOTO BERSAMA - Nasional Biro dari semua negara anggota ASEAN dan Asosiasi Asuransi di bawah Dewan Asuransi ASEAN (AIC) fokus mempercepat implementasi Blue Card Scheme.

Mangupura (Bisnis Bali) – Nasional Biro dari semua negara anggota ASEAN dan Asosiasi Asuransi di bawah Dewan Asuransi ASEAN (AIC) saat ini fokus mempercepat implementasi Blue Card Scheme. Termasuk fokus menyusun rencana penerapan asuransi tanggung jawab pihak ketiga lintas batas untuk mempercepat implementasi Protokol 5 – Skema ASEAN Asuransi Motor Wajib dari Perjanjian Kerangka Kerja ASEAN tentang Fasilitasi Barang dalam Transit (AFAFGIT).

Direktur Manajemen Risiko dan Teknologi Informasi Jasa Raharja, M. Wahyu Wibowo di sela-sela Pertemuan Kelompok Kerja ASEAN Council of Bureaux (CoB) ke-5, Nusa Dua, Rabu (11/7) mengatakan, Protokol 5 dari AFAFGIT telah ditandatangani di Kuala Lumpur dan diikuti pembentukan ASEAN Council of Bureaux, yang terdiri dari perwakilan dari semua Nasional Biro, untuk mengkoordinasi dan mengawasi operasi hukum, teknis, administratif dan keuangan dari Nasional Biro dari semua negara anggota ASEAN.

Menurutnya, ASEAN Council of Bureaux adalah salah satu komite sub-kerja di bawah AIC dan bekerja sama dengan Sekretariat ASEAN. CoB ASEAN telah ditugaskan untuk bekerja pada implementasi Blue Card Scheme, sebuah inisiatif yang bertujuan memfasilitasi asuransi kendaraan bermotor wajib dan memperkuat pencegahan kecelakaan lalu lintas jalan.

“Protokol 5 secara signifikan akan mendukung fasilitasi perdagangan barang untuk mencapai arus barang bebas di bawah pasar tunggal dan basis produksi, yang berada di bawah pilar pertama ASEAN Economic Community (AEC),” paparnya.

Output yang diharapkan dari Kelompok Kerja akan menjadi rekomendasi yang akan diajukan ke CoB, termasuk action plan jika memungkinkan. CoB kemudian akan mendiskusikannya lebih lanjut dan membawanya ke Pertemuan Regulator Asuransi ASEAN berikutnya untuk pembahasan lebih lanjut tentang penerapan skema tersebut. (dik)