Denpasar (Bisnis Bali) – Ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) bertujuan memperkenalkan berbagai ragam seni hasil karya masyarakat Bali. Kondisi ini menjadi berkah bagi seniman selaku pelaku usaha. Ajang ini mampu dimaksimalkan sebagai ajang promosi yang membuat pesanan meningkat setelah ajang PKB usai digelar.

Salah seorang seniman ukiran, I Made Rai Parwata mengaku, sejak dari 2010 lalu rutin mengikuti pameran. Meski dana yang dikeluarkan cukup tinggi, namun diakui pesanan akan banyak datang setelah even pameran ini selesai.

“Ini dikarenakan, sebagaian masyarakat ingin melihat proses pengerjaan kami secara langsung serta melihat koleksi kami lebih banyak di toko kami, sehingga banyak masyarakat yang lebih suka melakukan pemesanan ke pabrik. Di samping pula kecenderungan masyarakat berpikir harga produk lebih tinggi di pameran dibandingkan di pabrik,” ungkapnya.

Biaya yang dikeluarkan untuk sewa stand di ajang PKB ini mencapai Rp12 juta sebulan, selama PKB berlangsung. Modal yang dikeluarkannya tersebut tak langsung kembali, namun hal tersebut dijadikan investasi jangka panjang.

“Dalam ajang ini kami gunakan kesempatan untuk memperkenalkan produk serta alamat kami,” jelasnya.

Dia mengakui dalam pameran yang diikuti, tidak sedikit pula produknya dapat dijual secara langsung. Mulai dari produk kecil berupa patung garuda, pelangkiran hingga yang besar seperti pintu gebyog Bali, Bale Katil yang terlebih dahulu dilakukan pemesanan. Dijelaskannya untuk pemesanan dia memberikan tempo pengerjaan.

Disinggung soal kendala yang dihadapi mengingat besarnya ukuran produk yang dipajang, dia mengatakan menggunakan teknik bongkar pasang.  (wid)