Denpasar (Bisnis Bali) – Endek Mastuli yang terbuat dari benang sutra mampu menembus pasar ekspor,  dan mendapat pengakuan dunia. Kamben endek kualitas terbaik buatan perajin Klungkung menurut Kadek Sudiastawan, pemilik pertenunan Astiti, Kabupaten Klungkung, memiliki beragam motif tradisional yang sudah diwariskan dari nenek moyang seperti wajik, bunga dan lobeng yang paling tren saat ini.

Keunggulan endek Mastuli terletak pada penggunaan benang sutra secara keseluruhan, motif dan juga pewarnaan yang lebih cerah dari endek pada umumnya.

“Apalagi untuk warna pink itu paling cerah dan paling diminati,”  terangnya Selasa (10/7) di stand Pesta Kesenian Bali (PKB), Art center Denpasar.

Proses pembuatan endek Mastuli diakui lebih sulit dari endek biasa, karena penggunaan benang sutra yang sangat lembut sehingga saat pewarna benar – benar harus diperhatikan.

“Kalau pewarna terlalu panas, bisa hancur benangnya. Jadi harus hati-hati sekali,” tukasnya.

Selain itu proses pembuatan pengolahan benang untuk motif membutuhkan waktu hingga satu bulan, karena dilakukan pewarna manual.  Baru kemudian lanjut ke proses tenun yang membutuhkan waktu hampir setengah bulan untuk kain sekitar 80 meter.

Terkait inspirasi pembuatan motif baru, ia mengaku diperoleh dari alam sekitar. Seperti melihat canang kemudian dituangkan dalam kain endek.

“Tapi untuk ekspor kami memiliki motif khusus. Motif ini khusus untuk pesanan dan tidak dijual bebas sehingga limated edition,” ungkapnya. Terkadang pihak customer yang mendesain sendiri motif yang diinginkan dan pihaknya tinggal membuat saja.

Negara tujuan ekspor saat ini yaitu Australia dan Inggris. Untuk ekspor dikatakan sekali order minimal 300 meter untuk satu motif. Kedepannya ia berharap endek Mastuli akan semakin dikenal dan dapat memperluas tujuan ekspor. (pur)