TANAM TEBU - Gubernur Pastika saat menanam tebu secara simbolis di lahan Kelompok Sumber Tani Utama seluas 7 Ha di Desa Sumberkima, Gerokgak.

Singaraja (Bisnis Bali) – Buleleng menjadi kabupaten terluas di Bali dengan luas 136.588 Ha atau 24,2%  dari luas Pulau Bali. Meski memiliki wilayah daratan terluas, tapi topografi dan iklim Kabupaten Buleleng tak sebaik wilayah Bali selatan. Sebagian berupa lahan tandus karena keterbatasan irigrasi.

Bali dengan jumlah penduduk 4.200.000 jiwa, lebih dari 30% penduduknya masih menggantungkan mata pencaharian di sektor pertanian. Memperhatikan peran sektor pertanian yang cukup strategis baik dalam menopang pertumbuhan ekonomi, menekan inflasi, penanggulangan kemiskinan dan pengangguran serta penyedia pangan, pembangunan sektor pertanian tetap menjadi prioritas.

Pemilihan tanaman tebu sebagai salah satu komoditas yang mempunyai nilai ekonomis diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan lahan dan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani. Demikian disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat melaksanakan tatap muka dengan petani tebu di sekretariat Koperasi Tani Agro Tani Mandiri, Desa Penyabangan, Gerokgak, Buleleng, Sabtu (7/7) pagi.

“Saya menyambut baik atas kerjasama ini,  tentu ini akan menjadi sejarah bagi Bali, khususnya Gerogkak. Selama ini petani lahan kering di kecamatan Gerokgak hanya dapat mengusahakan lahannya dengan menanam palawija sekali dalam setahun saat musim hujan. Dengan adanya pengembangan tanaman tebu, maka sebagian lahannya dapat ditanami sepanjang tahun,” ungkap Pastika.

Pengembangan tebu ini juga diharapkan dapat menghasilkan limbah untuk menunjang ketersediaan pakan ternak khususnya sapi yang populasinya cukup banyak di Buleleng khususnya di Kecamatan Gerokgak

Pengembangan tanaman tebu seluas 1.200 Ha di 5 (lima) Desa di kecamatan Gerokgak, Buleleng ini merupakan kerjasama dengan PT. Perkebunan Nusantara XI. Nantinya sesudah panen hasilnya akan dibawa ke pabrik gula Asembagoes, Situbondo, Jawa Timur. Pastika berharap, di Bali bisa dibangun pabrik gula jika kebun tebu sudah luas serta hasilnya cukup banyak dan bagus.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Direksi PT. Perkebunan Nusantara Sebelas (XI) atas kerjasamanya baik dalam hal pembinaan teknis, maupun dalam menampung hasil atau produksi tebu ini nantinya. Kepada masyarakat Tani pelaksana pengembangan tebu Kecamatan Gerokgak, saya harapkan dapat melaksanakan usaha tani dengan baik sesuai rekomendasi dan arahan teknis dari para petugas lapangan. Jika nanti perkebunannya cukup luas dan hasilnya bagus serta banyak, Saya berharap agar nantinya ada pabrik gula juga di Bali,” imbuhnya.

Sementara itu, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Buleleng, Asta Smadi mengakui lahan di wilayah kecamatan Gerokgak belum bisa digarap optimal karena keterbatasan sumber air sehingga menurunkan pendapatan masyarakatnya. Dengan pengembangan tanaman tebu ini, dinilainya sangat tepat pemanfaatan lahan dan produktivitasnya dapat meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan petani maupun masyarakatnya.

Sebelum bertatap muka, Gubernur Bali melaksanakan penanaman pohon tebu secara simbolis di lahan Kelompok Sumber Tani Utama seluas 7 Ha dengan jumlah anggota 42 orang, di Desa Sumberkima, Gerokgak. Selanjutnya dilaksanakan penandatanganan perjanjian kemitraan penggilingan tebu rakyat antara koperasi tebu mewakili petani tebu kecamatan gerokgak dengan PT. Perkebunan Nusantara XI (Pabrik Gula Asembagoes) berlokasi di sekretariat koperasi Tani Agro Tani Mandiri, Desa Penyabangan, Gerokgak, Buleleng. (pur)