Perkembangan Koperasi Ditentukan Tata Kelola Manajemen

29
 KOPERASI – Tata kelola yang bagus, akan membuat koperasi berkembang dengan baik. (sta)

DALAM era globalisasi, persaingan usaha terus terjadi, termasuk di usaha jasa keuangan. Oleh karena itu, koperasi simpan pinjam (KSP) dan unit simpan pinjam (USP) harus mampu unggul dalam persaingan. Mengapa demikian? Berikut laporannya.

Berdasarkan data, koperasi di Bali jumlahnya 4.850 unit dan sebagian besar jenis KSP-USP. Dari jumlah yang ada, sebagian besar masih dikelola secara konvensional. Hanya diperkirakan di bawah 15 persen yang tata kelolanya profesional. Secara umum, koperasi di Bali memang sudah terjadi perkembangan yang cukup bagus, hanya saja sebagian besar tata kelolanya masih di bawah standar, sehingga perkembangan koperasi secara menyeluruh tidak pesat. Hal ini akibat tata kelola yang kebanyakan masih konvensional.

Direktur Lembaga Diklat Profesi (LDP) Bali Certif, Drs. I Gede Suriadnyana, M.M., melihat perkembangan koperasi khususnya KSP-USP di Bali, masih normal saja. Bahkan, sebagian besar perkembangannya mengalami hambatan. Hal yang menyebabkan lambatnya perkembangan koperasi akibat pengelola atau pengurus koperasi sumber daya manusia (SDM) rendah. SDM pengelola koperasi belum memadai sangat menentukan terhambatnya perkembangan koperasi yang dikelola. Berbeda dengan koperasi yang dikelola SDM memadai atau standar, maka koperasinya cepat maju.

”Tata kelola manajemen koperasi memang sangat menentukan maju dan mundurnya kinerja koperasi. Apabila SDM pengelola tangguh, maka koperasi akan maju,” katanya.

Pengurus koperasi, Made Sudana, S.E., mengakui untuk mengelola koperasi perlu SDM standar. Dengan cara aktif menjadi peserta diklat. ”Kami sudah 8 tahun mengelola KSP. Selama 6 tahun kami lakukan dengan manajemen apa adanya ternyata perkembangan koperasi biasa saja. Artinya ada keuntungan namun tidak banyak. Kemudian saya ikut diklat uji kompeten. Ternyata banyak ilmu yang saya dapatkan dan kemudian saya terapkan di KSP yang saya kelola. Dalam dua tahun terjadi perkembangan yang luar biasa. Artinya saya dan karyawan lainnya merasa bangga dengan kemajuan selama dua tahun terakhir ini. Ini semua karena tata kelola yang standar,” katanya. (sta)