Manggis bisa Dibuat Tabulampot

186

Denpasar (Bisnis Bali) – Bagi penghobi tabulampot, saat ini telah banyak beredar di pasaran bibit buah manggis yang dapat ditanam dalam pot. Bibit manggis hasil multiplaksi vegetatif, sangat cocok dijadikan sebagai tanaman buah dalam pot (tabulampot) yang akan menghiasi pekarangan rumah.

Wayan Gede Natih, pemilik UD. Lanusa, Jalan By Pass Ngurah Rai 17A, Padanggalak – Sanur, Denpasar mengatakan, membuat tabulampot tidak sulit, kunci utamanya adalah perawatan dan pemupukan yang benar secara berkala.

Manggis termasuk tanaman buah tropis yang pertumbuhannya tergolong lambat, namun waktu hidupnya lumayan lama. Tanaman manggis yang asalnya dari biji biasanya memerlukan waktu 5-10 tahun untuk bisa mulai menghasilkan buah.

“Tapi sekarang banyak dibuat bibit manggis dengan cara sambung pucuk yang keunggulannya cepat berbuah dan bisa ditanam dalam pot,” katanya.

Untuk membuat tabulampot manggis, bisa menggunakan pot plastik, drum bekas, atau pot beton dengan diameter minimal 40-45 cm. “Pada dasar pot letakkan pecahan batu bata sampai ketinggian 5 cm. Media tanam yang baik berupa campuran sekam mentah, tanah, dan pupuk kandang dengan komposisi 1 : 1 : 2 dimasukkan ke dalam pot sampai pada ketinggian 1/2 pot,” katanya.

Kemudian bibit di dalam polibag disiram dengan air supaya bibit gampang dikeluarkan. Lalu akar yang terlalu panjang dibuang dengan gunting atau pisau tajam, lantas bibit dimasukkan pas di tengah-tengah lubang tanam. Dan timbun kembali menggunakan media tanam sampai ketinggian 2 cm lebih rendah dari tepian pot. Lalu ditekan pelan-pelan supaya media menjadi padat.

Siram tanaman dengan air, kemudian diletakkan di tempat yang teduh yang ada naungannya selama 1 minggu. Setelah itu dengan cara bertahap, bibit dapat dipindahkan ke tempat terbuka dan terkena sinar matahari.

“Perawatan di awal pertumbuhan sebaiknya penyiraman dilakukan 1 kali sehari, khususnya pada musim kemarau supaya tanah selalu terpelihara kelembabannya. Tetapi, setelah tanaman berusia di atas 2 tahun, jarak penyiraman bisa dikurangi  secara bertahap,” katanya.

Sementara itu, pemupukan bisa  dilakukan dengan pemberian pupuk NPK sebanyak 25 gram yang diberikan empat bulan sekali dan pupuk kandang sebanyak 5-10 kg yang diberikan dalam enam bulan sekali. Pupuk yang diberikan dibenamkan ke sekitar tanaman sedalam 5-10 cm atau dengan melarutkannya menggunakan air. (pur)