Karyawan LPD Sogra melakukan pelayanan di pengungsian

Amlapura (Bisnis Bali) – LPD Desa Pakraman Sogra yang berada di radius 6 kilometer dari Gunung Agung tetap melakukan pelayanan di tengah bencana yang saat ini masih terjadi. Bahkan pelayanan jemput juga dilakukan sampai ke pengungsian, di samping memanfaatkan LPD mobile untuk memudahkan transaksi saat ini.

Kepala LPD Desa Pakraman Sogra I Wayan Putra, saat ditemui Kamis (5/7) kemarin, mengatakan, Desa Pakraman Sogra berada di radius 4-6 kilometer dari Gunung Agung, sehingga sebagian besar masyarakat telah mengungsi. Meskipun jarak LPD Sogra dengan pengungsian cukup jauh yang mencapai 12 kilometer dari puncak Gunung Agung namun pelayanan tetap dilakukan dengan maksimal.

Pihaknya telah melakukan persiapan pelayanan di LPD Sukahet, Kecamatan Sidemen, jika nantinya LPD juga harus mengungsi.

“Saat ini persiapan pelayanan kami di LPD Sukahet sudah 75 persen, berkas-berkas, komputer sudah sebagaian besar disana (LPD Sukahet), sehingga jika nanti mendesak, kami bisa langsung pindah ke LPD Sukahet,” ungkapnya sembari mengatakan LPD Sukahet berjarak sekitar 20 kilometer dari Gunung Agung.

Masih dilakukannya pelayanan ini, mengingat jarak pengungsian cukup jauh dari LPD Sukahet. Di samping itu, beberapa masyarakat juga masih lalu lalang di wilayah Sogra pada siang hari.

“Tapi kami lakukan antisipasi semaksimal mungkin, dengan pemanfaatan LPD mobile tentunya sangat membantu yang semua transaksi bisa dilakukan dengan online. Ini cukup memudahkan kami dalam situasi seperti saat ini,” ujarnya.

Disinggung soal transaksi, Putra mengatakan masih normal dan penarikan tak terjadi signifikan. Malahan diakuinya masyarakat menitipkan dananya, dengan alasan untuk keamanan sebagai tempat penyimpanan. Dari segi likuiditas pun dikatakannya telah disiapkan untuk mengantisipasi jika nanti ada kebutuhan mendesak dari masyarakat. (wid)