Denpasar (Bisnis Bali) – Asosiasi pengusaha ritel Indonesia  (Aprindo) Propinsi Bali sebagai wadah pelaku ritel di Pulau Seribu Pura ini menyatakan mendukung langkah kebangkitan salah satu pasar ritel Hardys, apalagi dengan menggandeng usaha kecil dan menengah (UKM).

Plt. Ketua Aprindo Bali, Agra Putra yang didampingi Sekretaris I Made Abdi Negara, Kamis (5/7) mengatakan, kebangkitan Hardys adalah langkah maju untuk memberikan spirit dan semangat para pelaku ritel untuk terus mendorong pertumbuhan usaha khususnya di Bali dalam kondisi dan situasi apapun.

“Penutupan pasar ritel besar ini beberapa waktu lalu secara serentak, memberikan efek negatif terhadap pertumbuhan sektor ritel di Bali, sehingga gebrakan oleh manajemen untuk menggandeng UKM merupakan terobosan penting dan energi besar bagi kembalinya performa sektor ritel di Pulau Dewata,” katanya.

Agra berharap dengan dibuka kembalinya ritel yang sudah memiliki nama di masyarakat ini, UKM bisa memanfaatkan untuk mendekatkan diri dan melakukan penetrasi pasar dengan efektif. Utamanya di tengah dukungan program pemerintah melalui Direktorat Pajak lewat pemotongan PPH final 0,5 persen bagi UMKM. Berkolaborasi dengan UMKM adalah strategi jitu untuk mendorong sektor ritel ke arah yang positif.

“Kami sebagai pengayom para pelaku ritel, tentu memandang secara netral dan siap memfasilitasi sekaligus mendorong arah kembang teman-teman pelaku ritel di Bali,” paparnya.

Sekretaris Aprindo Bali, I Made Abdi Negara menambahkan, kembali beroperasinya pasar ritel ternama dan berkolaborasi dengan UMKM, bisa menjadi jalan kebangkitan sekaligus menjadi solusi permasalahan-permasalahan yang timbul beberapa waktu lalu saat manajemen melakukan penutupan secara cukup mendadak.

“Kami berharap, manajemen yang baru lebih kuat dan professional sekaligus aktif melakukan komunikasi dengan stakeholder sehingga tidak ada lagi timbul masalah-masalah yang merugikan brand di masa depan,” ucapnya. (dik)