Salurkan KUR, KSP di Bali Diminta tak sampai ”Kalah”

22

Kementerian Koperasi dan UKM terus mendorong koperasi simpan pinjam (KSP) untuk ikut serta sebagai penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR). Utamanya KSP di Bali yang memiliki potensi tinggi sehingga diharapkan jangan kalah dengan koperasi daerah lainnya yang kini sudah ada yang menyalurkan KUR dengan bunga 7 persen. Kenapa dan apa kendala KSP di Bali?

ADANYA program KUR terbukti telah menambah sumber pembiayaan bagi usaha kecil, mikro dan menengah (UMKM) di seluruh provinsi dan mengurangi ketergantungan UMKM dari rentenir. Pemerintah pusat pun mengambil langkah-langkah untuk mendorong percepatan penyaluran KUR antara lain penambahan jumlah bank penyalur, penambahan perusahaan penjamin dan mengikutsertakan lembaga keuangan bukan bank termasuk koperasi sebagai penyalur KUR.

Jumlah penyalur KUR yang sudah mendapatkan rekomendasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencapai 41 penyalur terdiri atas 35 lembaga keuangan bank, 4 lembaga pembiayaan dan 2 koperasi.

Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop dan UKM, Yuana Setyowati di Sanur mengatakan, dua KSP yang telah disetujui OJK sebagai penyalur KUR, yaitu KSP Kospin Jasa di Pekalongan, Jawa Tengah dan Kopdit Obor Mas di Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Baru dua KSP, kini giliran KSP di Bali untuk maju sebagai penyalur KUR. KSP di Bali jangan mau kalah,” harapnya.

Ia mengatakan, sesuai laporan yang diterima dari Bali sebenarnya ada 3 KSP yang berpeluang namun mengalami pengkrucutan karena berkaitan dengan persyaratan. KSP Dana Prima di Bali salah satunya sesudah memenuhi semua ketentuan itu, tetapi permasalahannya dari sisi besaran rasio NPL yang belum sesuai aturan yang ditetapkan OJK. (dik)