Amlapura (Bisnis Bali) – Kacang gude (undis) belakangan ini mulai sulit didapatkan di pasaran. Padahal, kacang yang kerap diolah menjadi sayuran tersebut cukup banyak peminatnya. Budi daya komoditi yang satu ini ternyata cukup menjanjikan.

Kacang gude memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi yaitu memiliki sekitar 22 persen protein, 15 persen lemak dan 65 persen karbohidrat. Kacang gude ini dapat tunbuh dengan baik pada daerah yang memiliki ketinggian hingga 1800 mdpl.

Wayan Sani, petani kacang gude asal Besakih, Kabupaten Karangasem mengatakan, tanaman kacang ini dapat tumbuh pada semua jenis tanah, asalkan tanah tersebut memiliki drainase yang baik.

Pengolahan lahan tanam undis ini, hampir sama dengan pengolahan lahan pada penanaman kacang lainnya. Jika tanah sudah diolah lakukan penanaman. “Sebelumnya buat lubang tanam dengan cara ditugal sedalam 4 cm kemudian setiap lubang tanam diberi Furadan 3G sekitar 30 kg untuk 1 hektar lahan. Jika sudah siap selanjutnya biji benih dimasukkan dalam lubang yang telah dibuat tersebut sebanyak 2 butir biji benih per lubang tanam,” katanya. (pur)