’’Sekeha’’ Joged Pingitan Payangan Gianyar  Ramaikan Kalangan Ayodya Art Center

320
Tari Joget Pingitan,yang  dibawakan oleh Sekaa Desa pakraman Susut, Desa Buahan Payangan, di kalangan Ayodya Art Center Denpasar, Senin (25/6). (kup)

Denpasar (Bisnis Bali) – Alkisah Kang Cing Wi sangat sedih ditinggal oleh Sri Jaya Pangus untuk mencari pencerahan, karena bertahun-tahun tidak memiliki keturunan. Hal ini yang membawa kesedihan yang amat mendalam pada pihak kerajaan dan seluruh Kerajaan Dalem Balingkang. Akhirnya sang Permaisuri memutuskan mencari Sri Jaya pangus hingga di kaki Gunung Batur.

Kisah perjalanan  Kang Cing Wi mencari sang suami yang ternyata telah mempersunting lagi Dewi Danu hingga pasangan ini menjelma menjadi barong landung akibat kutukan Dewi Danu, menjadi tema Tari Joget Pingitan, yang dibawakan oleh Sekeha Desa Pakraman Susut, Desa Buahan Payangan, di kalangan Ayodya Art Center, Denpasar, Senin (25/6).

Kesenian ini ditarikan oleh 5 orang penari tarian Jogeg Pingitan yang mengambil judul, Pastu Gni Semara. Tak heran, penampilan tari joged dari Desa Buahan ini cukup menyedot perhatian masyarakat penikmat seni tradisional.
Penata Garapan, I Nyoman Budiyasa, S.Sn., dan Penanggung Jawab, I Wayan Suartana, S.Pd., Pementasan Tari Joget Pingitan cukup mengundang keingintahuan masyarakat. Ini terbukti kalangan Ayodya di Art Center Denpasar, cukup sesak dipenuhi penonton.  (kup)