Denpasar (Bisnis Bali) – Kasus HIV/AIDS di  Bali telah mencapai 19 ribu orang, dari awal ditemukan hingga saat ini. Penyebab terjadinya adalah perilaku seksual berganti-ganti pasangan, penggunaan jarum suntik bersama, hingga hubungan prenatal ibu ke bayi. Meskipun angka kasus HIV/AIDS tinggi dan cenderung meningkat, namun saat ini sudah ditemukan obatnya.

Hal tersebut terungkap dalam acara pelatihan SRHR (sexual reproductive health and right) yang dilakukan Yayasan Gaya Dewata. Aktivis HIV/AIDS, Surya Anaya dalam acara tersebut menyebutkan motode antiretroviral therapy (ART) menjadi satu-satunya pengobatan HIV/AIDS saat ini.

Diungkapnya, ART atau ARV mampu menekan virus yang ada dalam tubuh penderita, dan dia sangat tidak menyarankan metode pengobatan lain, seperti halnya herbal karena bisa terjadi resisten dan mengancam jiwa manusia.

Dijelaskannya, seiring perkembangan pengobatan ARV di Indonesia, saat ini sudah diberikan kepada seluruh orang yang positif HIV. “Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, pengobatan ARV hanya diberikan kepada orang yang sudah AIDS saja,” ungkapnya. (wid)