Pengurus dan Pengawas Koperasi Dituntut Pahami Laporan Keuangan

31
DIKLAT – Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, Gede Indra didampingi Ketua LDP LP3MT, I Wayan Murja, saat membuka diklat di Hotel Nikki Denpasar. (sta)

Denpasar (Bisnis Bali) – Di Bali diduga masih banyak tugas dan peranan pengawas dan pengurus koperasi belum mampu memahami laporan keuangan. Bahkan, banyak pula pengawas koperasi yang laporan tahunannya dibuatkan pengelola koperasi.

Jika hal tersebut terus terjadi maka perkembangan koperasi akan terhambat. Bahkan koperasi akan banyak yang berguguran. Untuk itu,  seluruh koperasi sudah wajib berbenah dengan jalan meningkatkan sumber daya manusia (SDM). Caranya sangat mudah,  setiap koperasi sudah memiliki dana pendidikan sebesar  5 persen dari keuntungan (SHU). Dana tersebut wajib digunakan untuk pengembangan dan peningkatan SDM, sehingga seluruh pengurus dan pengawas serta anggota akan mampu menjalankan tugas dan perannya masing-masing.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, I Gede Indra, S.E., M.M., baru-baru saat membuka Diklat Swadaya dengan topik ”Analisis Keuangan dan Non Keuangan KSP/USP-Koperas” di Hotel Nikki mengatakan, pemerintah memang menganggarkan diklat peningkatan SDM hanya saja dananya terbatas. Jila dilihat jumlah koperasi di Bali, maka lebih baik setiap koperasi memanfaatkan dana pendidikan. Seperti KSP EDM mampu mengkoordinir koperasi lainnya untuk melaksanakan diklat bersama, sehingga biaya yang dikeluarkan bisa ditekan dengan hasil maksimal. Karena tutor atau fasilitator atau tenaga pengajar  yang dilibatkan semua profesional.

”Terus terang saja pengawas dan pengurus koperasi yang ada masih banyak yang belum mampu menilai, mengoreksi dan membaca laporan keuangan, sehingga kinerja pengelola berjalan tanpa kontrol. Lantas apa yang akan terjadi kalau kinerja pengelola koperasi tanpa pengawasan? Yakin ke depannya akan bermasalah,” katanya. (sta)