Pelemahan Rupiah Berpotensi ”Rontokkan” UMKM di Bali

54
AA Ngurah Alit Wiraputra

Denpasar (Bisnis Bali) – Kembali melemahnya nilai tukar rupiah ke level di atas Rp 14 ribuan per dolar AS, berpotensi akan merontokkan kalangan usaha termasuk UMKM di Bali saat ini. Kerontokan bahkan dinilai sudah terjadi sekarang ini.

“Tidak hanya sekolah yang informal, saat ini pengusaha pun bisa berusaha dengan sebutan informal. Artinya, pengusaha tersebut tidak rutin dalam beroprasi atau bekerja hanya ketika menerima order (pesanan). Ini terjadi salah satunya dampak dari kondisi ekonomi yang melesu diperparah lagi dengan pelemahan rupiah belakangan ini,” tutur Ketua Kadin Bali, AA Ngurah Alit Wiraputra, di Denpasar, Minggu (24/6) kemarin.

Terangnya, secara umum menurut pemerintah pelemahan rupiah ini merupakan dampak global, namun sebenarnya kondisi perekonomian nasional dan internasional sedang terganggu sekarang ini. Imbuhnya, secara faktual ekonomi nasional terjadi perlambatan akibat berbagai faktor. Di antaranya, momen pilkada serentak dan pilpres membuat ekonomi nasional melambat dan hanya dinikmati oleh sebagian orang, ekonomi Amerika yang sedang menguat dampak kenaikan suku bunga oleh The Fed, dan saat ini Cina sedang gencar menggenjot ekspor ke seluruh dunia dengan harga murah sehingga menguras devisa negara saat ini.

“Kondisi ini seolah-olah mengulang kejadian sepuluh tahunan. Sebab, hal serupa juga pernah terjadi pada1998, 2008, 2018 yang selalu mengalami perlambatan ekonomi atau sudah tiga kali dalam 30 tahun terakhir. Harusnya ini tidak boleh terjadi, pemerintah dan BI harus mengantisipasi jangan sampai nanti pada 2028 kembali terjadi lagi,” tuturnya. (man)