Jokowi Buka Pawai PKB Ke-40 ”Taksu” Bali jangan Hilang

44
PKB – Pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-40 di Panggung Terbuka Arda Chandra, Art Centre Denpasar, yang ditandai dengan penancapan kayon api. (pur)

Denpasar (Bisnis Bali) – Pawai pembukaan Pesta Kesenian Bali ke-40 dibuka Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), Sabtu (23/6). Pawai ini dilaksanakan di depan Monumen Bajra Sandi Renon, Denpasar.

Jokowi datang bersama istri, Iriana Jokowi beserta rombongan menteri Kabinet Kerja dengan pengawalan ketat dari pihak keamanan.

Sementara itu, saat pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-40 di Panggung Terbuka Arda Chandra, Art Centre Denpasar, Presiden RI yang diwakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP., dalam sambutannya mengatakan, masyarakat Bali harus menjaga taksu Bali, agar jangan sampai taksu Bali hilang di tengah era modern, era milineal dan era serba digital.

Presiden menyampaikan bahwasanya di balik proses penciptaan karya seni ada semangat, ada jiwa, ada api yang disebut taksu. Dalam setiap karya seni, akan dapat merasakan jiwa, semangat dan dedikasi yang dicurahkan sang kreatornya.  “Taksu-lah yang membuat karya seni Bali menjadi makin berkarakter, memiliki daya tarik dan dikagumi dunia. Untuk itu saya harap agar Bali jangan sampai kehilangan taksu-nya,” katanya.

Presiden Jokowi dalam sambutannya juga menyampaikan apresiasinya terhadap pandangan orang Bali yang melihat seni sebagai sarana untuk menyama braya. Dengan menyama braya akan dapat mempererat tali persaudaraan, persahabatan dan persatuan. Oleh karena itu, seni dan budaya harus mewarnai arah dan kerja pembangunan bangsa dan pembangunan ke depannya tidak hanya membangun infrastruktur fisik tetapi juga infrastruktur budaya. Seni dan budaya harus bisa menjadi jembatan dan sekaligus menggerakkan bangsa kita untuk terus bekerja merawat persatuan bangsa. (pur)