Geliatkan Pertanian di Lahan Kering Bentuk Polibag Bunga

18

FESTIVAL Budaya Pertanian (FBP) ke-7 tahun 2018 yang digelar Pemkab Badung akan diisi pula dengan kegiatan inovatif. Wujudnya menggeliatkan pertanian di lahan kering.

Hal ini dikemukakan Kabid Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan Badung Ir. Ni Luh Wayan Suparmi, M.M. saat memaparkan rencana FBP ke-7 yang akan digelar pada 19 hingga 22 Juli 2018 mendatang di areal Jembatan Tukad Bangkung Petang. “Ini merupakan inovasi baru bagaimana menggeliatkan pertanian di lahan kering,” katanya.

Selama ini, ujarnya, lahan kering dianggap kendala dalam budi daya pertanian. Lahan kering dianggap takkan bisa menghasilkan produk pertanian secara maksimal.

Untuk inilah, FBP akan memberikan jawaban bagaimana budi daya produk pertanian di lahan kering sehingga bisa menghasilkan secara maksimal. “Salah satunya budi daya dengan polibag. Bunga maupun buah bisa dibudidayakan dengan cara ini,” katanya.

Ditanya mengenai transaksi yang akan digelar pada perhelatan setahun sekali tersebut, ujar Wayan Suparmi, tetap seperti sebelumnya. Kopi, beras dan jambu kristal sudah berjalan dengan baik.

Untuk FBP kali ini, tegasnya, transaksi akan diperluas untuk produk pertanian lainnya. Dia menunjuk akan ada MoU transaksi produk buah dengan hotel, aneka bunga dengan sejumlah florist, dan sayur juga dengan kalangan hotel. “Setiap tahun transaksi tetap akan diperluas,” tegasnya. (sar)