Perlu Proses Panjang, Properti Bali untuk Kembali ”Booming”

36

Walaupun selama ini pencitraan investasi dan spekulasi produk properti di Bali tetap positif dan menarik. Namun retorikanya, sebagian pemasok kini tak bisa menampik megap-megapnya penjualan sehingga harus berpikir keras agar bisnis tetap berputar. Indikator masih belum membaiknya kepercayaan dan daya beli pasar disebut-sebut jadi penyebabnya. Apalagi dan bagaimana pertumbuhan sektor properti Bali awal tahun 2018 ini?

BANK Indonesia (BI) memprediksi, harga properti residensial pasar primer di Bali berpotensi kembali tumbuh pada triwulan kedua tahun ini setelah pada triwulan pertama mengalami perlambatan berdasarkan survai yang digelar bank sentral tersebut. BI mencatat hasil survai yang menyebutkan pertumbuhan perkiraan harga properti residensial mencapai 0,78 persen. Survai menunjukkan, peningkatan harga tertinggi pada triwulan kedua tahun ini diperkirakan terjadi pada rumah tipe menengah yang mencapai 1,24 persen dibandingkan triwulan sebelumnya. Rumah tipe kecil dan besar masing-masing juga diperkirakan tumbuh 0,43 persen dan 0,69 persen.

Sebelumnya, pada survai harga properti pasar primer triwulan pertama tahun ini di Bali mengalami stagnansi bahkan mengalami penurunan dengan indeks mencapai 185,23 dengan pertumbuhan 0,75 persen dibandingkan tahun lalu dan menurun minus 0,04 persen dibandingkan triwulan sebelumnya. Dalam survai tersebut, penurunan paling tajam terjadi pada harga rumah tipe kecil dengan tingkat pertumbuhan minus 1,49 persen diikuti oleh tipe besar mencapai minus 0,49 persen dan rumah tipe menengah minus 0,26 persen.

Sementara itu untuk perumahan sekunder di wilayah Denpasar dan sekitarnya relatif belum menunjukkan perubahan yang signifikan pada triwulan pertama 2018. Berdasarkan wilayahnya, secara umum pergerakan harga di wilayah Kota Denpasar relatif melambat namun harga mulai terlihat bergerak khususnya di Denpasar Timur, Denpasar Utara dan Kuta Selatan. (gun)