Tabanan (Bisnis Bali) – Pasca-Lebaran transaksi gadai barang kembali mengalami lonjakan dibandingkan dengan layanan jenis transaksi lainnya. Selain, kebutuhan dana sehari- hari, animo jasa gadai ini dipicu juga oleh kebutuhan dana berkaitan telah mulainya tahun ajaran baru tahun ini.

“Sekarang ini transaksi nasabah lebih cenderung mengarah pada permintaan kredit, khususnya jasa gadai. Sebagian besar barang yang digadaikan dalam bentuk perhiasan emas,” tutur Kepala Pegadaian Cabang Tabanan, Gusti Nyoman Arka, di Tabanan, Rabu (20/6) kemarin.

Diakuinya, saat ini kondisi lonjakan pengajuan jasa gadai ini memang tidak terlampau naik signifikan dibandingkan kondisi normal, karena kemungkinan beberapa masyarakat masih belum kembali dari kampung halaman (mudik) dan juga  ketidaktahunan masyarakat bila Pegadaian telah beroperasi sejak awal pekan lalu atau Senin (18/6) setelah libur Lebaran. Imbuhnya, masyarakat banyak yang mengira operasional Pegadaian baru akan buka pada Kamis (22/6) ini atau berbarengan dengan libur pemerintah, sehingga lonjakan transaksi kemungkinan baru akan terjadi pada akhir pekan atau awal pekan mendatang.

Jelas Gusti, terkait lonjakan transaksi gadai ini, pihaknya tidak memiliki antisipasi khusus. Namun, ia pastikan semua kebutuhan dana nasabah bisa terpenuhi semua.  (man)