Koperasi sekunder merupakan kumpulan dari koperasi primer. Koperasi sekunder sejatinya memperkuat koperasi primer, namun masih banyak koperasi primer yang belum masuk menjadi anggota koperasi sekunder. Lantas apa saja manfaat dan kendala pembentukan koperasi sekunder?

DARI data yang ada di Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, jumlah koperasi sekunder tercatat 25 unit. Dari jumlah tersebut, yang aktif hanya 17 koperasi. Sisanya lagi 8 koperasi sudah tidak aktif alias sudah bangkrut.

Menurut Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, I Gede Indra, S.E., M.M., sejatinya koperasi sekunder merupakan induk koperasi primer. Tujuan dan manfaatnya sangat strategis membantu antarkoperasi. Bagi koperasi primer yang sudah besar akan membantu koperasi primer yang sedang berkembang melalui koperasi sekunder.

”Sebenarnya keberadaan koperasi sekunder sangat dibutuhkan. Hanya selama ini, koperasi sekunder memang belum banyak dirasakan manfaatnya sehingga banyak koperasi primer yang belum masuk anggota koperasi sekunder. Koperasi sekunder merupakan kumpulan dari koperasi primer, sedangkan koperasi primer anggotanya perorangan. Koperasi sekunder tidak dapat melayani anggota koperasi primer. Kalau saja semua koperasi primer bergabung membentuk koperasi sekunder, koperasi akan makin kuat,” katanya.

Gede Indra menyebutkan, ada beberapa tujuan dan manfaat mendirikan koperasi sekunder. Di antaranya, koperasi sekunder mampu menjalin kerja sama antarkoperasi primer. Kemudian dapat membantu menyelesaikan konflik yang terjadi antaranggota. Perannya sebagai intermediasi. Selanjutnya, koperasi sekunder dapat memberikan perlindungam hukum karena memiliki divisi advokasi. Koperasi sekuder juga memiliki lembaga peningkatan SDM dengan rutin memberikan pelatihan kepada anggota. Pelatiham yang diberikan adalah keperluan yang dibutuhkan anggota dan juga memberikan  pendampingan audit dan supervisi.  (sta)