Matangkan Realisasi Program Kerja, BKS-LPD Gelar Rakor

23
Pelaksanaan rapat koordinasi BKS-LPD Bali bersama LP-LPD, di Toya Devasya Hot Spring. (wid)

Bangli (Bisnis Bali)- Bertempat di Toya Devasya Hot Spring, Kintamani, Bangli, Badan Kerjasama BKS-LPD bersama LP-LPD Provinsi Bali menggelar rapat koordinasi (Rakor) terkait program kerja yang segera direalisasikan. Program kerja tersebut diantaranya, sertifikasi kompetensi SDM LPD, realisasi dana penjamin simpanan (DPS) serta dana penyangga likuiditas (DPL).

Ketua BKS-LPD Provinsi Bali, Drs. I Nyoman Cendikiawan, S.H., M.Si., disela-sela rapat yang diadakan, Senin (18/6) lalu menjelaskan, beberapa program kerja yang menjadi topik pembahasan secara konsep dan teknis sudah siap, tinggal menunggu pelaksanaan. Khusus untuk sertifikasi, dia mengatakan, ditargetkan akhir Juli mendatang pelatihan sudah mulai bisa dilakukan untuk angkatan pertama.

Seperti penjelasan sebelumnya, sertifikasi menyasar LPD dengan aset di atas Rp 1 miliar yang jumlahnya sekitar 900 LPD. “Adapun untuk tahap pertama kami sasar kepala LPD dengan pelatihan akan dibagi untuk beberapa angkatan. Selanjutnya, sertifikasi kompetensi juga menyasar bendahara dan karyawan tata usaha LPD,” jelasnya.

 Disinggung soal lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sertifikasi tersebut, Cendikiawan mengatakan, sertifikasi akan dilakukan secara berkelanjutan, yang tidak bisa selesai dalam waktu setahun ataupun dua tahun. “Maka dari itu kami berharap kedepannya tidak ada perubahan Perda yang mempermasalahkan dana pemberdayaan, karena dana itu kami kembalikan lagi ke LPD, seperti yang sering kami sebut dengan sistem subsidi silang,” katanya. (wid)