Pasca-Lebaran, DPK pun Berpotensi ”Serbu” Bank

18

Kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai dan pecahan uang kecil masih membayangi saat arus mudik dan liburan Lebaran tahun ini. Keadaan ini pula yang akan membuat transaksi dana pihak ketiga (DPK) berpotensi “menyerbu” bank pasca-Lebaran. Benarkah demikian?

SUDAH menjadi hal umum di masyarakat saat momen hari raya kebutuhan dana akan mengalami peningkatan seiring pemenuhan konsumsi dan kelengkapan sarana dan prasarana saat hari raya. Ini membuat masyarakat cenderung menarik dana yang dimilikinya di lembaga jasa keuangan seperti bank, koperasi, BPR maupun LPD. Tidak hanya masyarakat, pelaku usaha yang memanfaatkan kesempatan hari raya untuk berharap meraih keuntungan juga akan berbuat sama menarik simpanan atau melakukan tambahan kredit perbankan.

Ini pula membuat Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali melakukan antisipasi ketersediaan uang rupiah mencapai Rp6,04 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Pulau Seribu Pura ini menjelang momen Hari Raya Idul Fitri yang diproyeksikan mencapai Rp3,62 triliun. Proyeksi terdiri atas uang pecahan besar Rp3,48 triliun dan uang pecahan kecil Rp148 miliar.

Kepala KPw BI Bali, Causa Iman Karana mengatakan, proyeksi kebutuhan dana tersebut meningkat 10,37  persen dari tahun sebelumnya mencapai Rp3,28 triliun. Hasilnya, BI Bali mencatat realisasi permintaan dan penukaran uang tunai menjelang Idul Fitri 2018 lebih tinggi dibandingkan periode sama tahun lalu.

Permintaan uang tunai Lebaran 2018 mengalami peningkatan kisaran 0,78 persen dan penukaran uang mencapai 12 persen. Realisasi permintaan uang tahun ini mencapai Rp3,91 triliun naik dari tahun lalu Rp3,88 triliun. Sementara untuk penukaran uang tunai kondisi sama mengalami peningkatan yaitu dari periode 2017 menembus Rp17,4 milir kini menjadi Rp19,4 miliar pada 2018.

Pemerhati perbankan Dr. Irawan membenarkan, uang yang keluar atau dibutuhkan saat hari raya, tentu akan masuk kembali ke perbankan. Utamanya di Bali sebagai daerah tujuan wisata, akan banyak uang beredar di lapangan dan akan disetor ke perbankan.

“Pascalibur Lebaran ditafsir transaksi DPK yang masuk ke bank akan mengalami kenaikan. Persentase kenaikan bisa di kisaran 10-20 persen tergantung karakter masing-masing nasabah,” terangnya. (dik)