Libur Lebaran, Wisdom Ramaikan DTW Tanah Lot

30
BERLIBUR - Sejumlah wisatawan yang sedang berlibur di DTW Tanah Lot pada libur Lebaran. (man) 

Tabanan (Bisnis Bali) – Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot menjadi salah satu tempat tujuan wisatawan, khususnya domestik mengisi libur panjang pada momen Lebaran tahun ini. Hal itu tercermin dari jumlah kunjungan wisatawan domestik yang berasal dari sejumlah daerah di tanah air mengalami lonjakan tajam ke salah satu objek di Kabupaten Tabanan ini yang mengandalkan keindahan wisata pura di tengah pantai.

“Seperti libur Lebaran tahun sebelumnya, DTW Tanah Lot masih menjadi tempat favorit untuk menikmati suasana libur Lebaran yang berbarengan dengan liburan sekolah. Namun, nuansa libur Lebaran kali ini agak sedikit berbeda karena masih dalam suasana Galungan dan Kuningan, serta upacara di Pura Luhur Tanah Lot,” kata Manajer DTW Tanah Lot, Ketut Toya Adnyana, Minggu (17/6).

Ia mengatakan, sejak H-2 sebelum Lebaran, arus kedatangan wisatawan ke DTW Tanah Lot memang sudah mulai melonjak. Ribuan wisatawan yang berkunjung ke tempat ini berasal dari berbagai kota di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Bogor, Malang, Sidoarjo, Bandung, Yogyakarta, hingga Makassar. Selain itu, wisatawan mancanegara juga tidak kalah membludaknya, sehingga mulai H-2 Lebaran DTW Tanah Lot sudah dipenuhi oleh wisatawan.

Menurut Toya, dari data yang ada saat H-2 Lebaran jumlah pengunjung mencapai 10.949 orang wisatawan, di mana 6.002 orang adalah merupakan wisatawan mancanegara dan 4.947 orang adalah wisatawan domestik. Kondisi tersebut pada H-1 kian mengalami peningkatan menjadi 12.018 orang wisatawan, di mana 6.216 orang adalah mancanegara dan 5.802 orang adalah domestik.

Ia mengatakan, meski jumlah wisatawan domestik ini meningkat dari sebelumnya, secara total angka kunjungan masih didominasi oleh kedatangan dari wisatawan mancanegara (wisman). Perbandingannya lebih banyak wisman. Hal ini dimungkinkan juga karena wisman ingin melihat langsung situasi dan merasakan suasana religius di DTW Tanah Lot saat pujawali yang hanya bisa mereka (iwsatawan) lihat setiap enam bulan sekali,” ujarnya. (man)