IB Kade Perdana Mudik Gerakkan Ekonomi Pedesaan

19

Denpasar (Bisnis Bali) – Momen Idul Fitri yang dibarengi dengan tradisi pulang kampung (mudik), menurut pengamat ekonomi dan perbankan IB Kade Perdana, memberi berkah bagi pertumbuhan ekonomi di desa. Betapa tidak, masyarakat yang pulang kampung untuk memenuhi keperluan hariannya akan mendorong perputaran uang di desa makin bertambah dan dapat memicu meningkatnya pergerakan  ekonomi di pedesaan.

“Sudah merupakan tradisi yang muncul di beberapa negara berkembang yang mayoritas penduduknya muslim seperti Bangladesh dan Indonesia. Mudik merupakan kegiatan perantauan untuk kembali ke kampung halaman,” tutur Kade Perdana di Denpasar, Minggu (17/6) kemarin.

Terangnya, mudik di Indonesia identik dengan tradisi tahunan yang terjadi menjelang hari raya besar keagamaan. Misalnya, menjelang Lebaran untuk merayakan hari raya di kampung halaman. Sebab, pada saat hari raya Idul Fitri itulah momentum baik untuk berkumpul  dengan sanak saudara yang tersebar di perantauan, saling bersilaturahmi yang sudah lama tidak bertemu.

Di balik itu, jelas mantan Dirut Bank Sinar tersebut, kegiatan mudik ini sebagai tradisi tahunan sangat berdampak positif bagi meningkatnya kegiatan perekonomian di pedesaan. Selama berada di desa, sejumlah pemudik ini pastinya akan melewati dengan berlibur ke sejumlah objek wisata, hingga membeli oleh-oleh, sehingga memberi pendapatan bagi masyarakat atau pelaku UMKM di desa pada momen Lebaran ini.

Sayangnya, tradisi mudik ini juga berpotensi makin meningkatnya urbanisasi, khususnya pasca-Lebaran. Bercermin dari pengalaman tahun lalu, terjadi arus balik pemudik yang makin banyak berdatangan ke kota terinspirasi dari pemudik yang tampaknya lebih maju, modern dan sukses hidupnya di kota. (man)