Jelang Hari Raya, Pasar Batu Akik Terkerek

465
Salah seorang pebisnis batu akik sedang menggosok batu, agar tampilannya berkelas. (aya)

Denpasar (Bisnis Bali) – Menjelang Hari Raya Idul Fitri ini, cukup mengkerek pasar batu akik yang sebelumnya mengalami kelesuan. “Kami selaku pebisnis batu akik cukup merasakan dampak hari raya ini yakni, masih bisa merasakan berjualan, dan kami meyakini pasar batu akik masih menjanjikan hingga ke depannya,” ujar Mulyadi, salah seorang pebisnis batu akik di kawasan Denpasar, Selasa (12/6).

Lanjutnya, penjualan batu akik cenderung menurun lantaran lesunya penjualan  sejak 2 tahun lalu. Namun, dirinya  tetap bertahan meskipun penjualan cenderung mengalami penurunan.

Hal senada diungkapkan Yanto, salah seorang pebisnis batu akik lainnya.

“Sejak pamor batu akik turun, pendapatan kami turun drastis, yakni sebelumnya pendapatan kami bisa mencapai Rp 1 juta – Rp 2 juta per hari, tetapi saat ini hanya mampu menjual Rp 500 ribu per hari, itupun terdongkrak hari raya,” ujarnya.

Pihaknya tetap optimis, karena kalau dilihat potensi pasarnya ini masih menjanjikan sebab masih ada sebagian masyarakat penghobi batu akik.

Katanya, Bali tidak hanya dikenal dengan keindahan alamnya saja, namun batu akik asli pulau Bali masih digemari dan dicari oleh para penggemar batu akik.

Menurutnya, batu akik asli pulau Bali berasal dari wilayah Pulaki di kawasan Bali Utara. Batu akik asli Bali ini berjenis badar dan terdiri dari tiga jenis yakni, batu badar serat kawat, batu badar serat emas, dan batu krisna.

Keunikan dari batu alam asli Bali ini adalah, mengandung unsur logam emas dan jenis logam lainnya. Selain itu, batu jenis  badar serat kawat bisa menempel di magnet. (aya)