Ada ATM dan ”Mobile Banking” Libur Lebaran, Kredit Macet Diyakini masih tetap Terjaga

18

Mangupura (Bisnis Bali) – Memasuki arus mudik dan libur Lebaran 2018,  kalangan perbankan optimis rasio kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL)  masih dapat terjaga. Kredit macet diprediksi tidak akan terjadi karena bank sudah mengimbau kepada debitur untuk membayarkan angsuran lebih awal mengingat libur yang panjang.
“Kendati debitur tidak tepat waktu membayar secara langsung ke bank, mereka masih bisa membayar lewat transfer via anjungan tunai mandiri (ATM)  dan mobile banking, ” kata Manajer Kredit bank, Komang Adi Wirahadi di Jimbaran,  Selasa (12/6) kemarin, menerangkan,  segala aktivitas perbankan bisa dengan transaksi nontunai saat ini, sehingga apabila terlambat membayar bisa segera ke ATM atau bayar via mobile banking. Masyarakat pun bisa dikatakan sudah semuanya memiliki kartu debit atau ATM, sehingga tidak mungkin tidak bisa menggunakannya.
Ia pun menilai, sebelum masuk ke kredit macet ada beberapa tahapan sehingga dikatakan macet. Jika hanya telat membayar beberapa hari belum bisa dikategorikan macet. Selama momen hari raya selama ini, belum sampai terjadi kredit macet mengingat setelah libur masih ada waktu untuk tim melakukan penagihan.
“Libur Lebaran masuk pertengahan bulan sehingga risiko tidak tinggi.  Sampai saat ini NPL juga masih terjaga,” ujarnya.
Kendati demikian ia tidak memungkiri ada beberapa debitur yang telat bayar angsuran saat momen hari raya. Itu terjadi karena adanya perubahan pola penggunaan uang. Masyarakat yang seharusnya uang digunakan untuk bayar angsuran cicilan digunakan untuk biaya upacara, sekolah hingga mudik Lebaran.
“Tetapi setelah Lebaran optimis mereka akan membayar kredit dan transaksi akan normal kembali. Ini siklus tahunan uang sudah diantisipasi perbankan, ” jelasnya.
Ia pun meyakini masyarakat Bali tergolong patuh membayar kredit meski bank tidak beroperasional, apalagi kini ada aturan yang ketat bagi debitur yang masuk kategori kredit macet di mana ke depannya mereka tidak akan bisa meminjam dana di tempat lain jika belum melunaskan kreditnya yang menunggak .
Hal sama dikatakan Manajer DJA bank lainnya,  Yuliani.  Ia mengatakan, menjelang libur Lebaran 2018 bank mengimbau para nasabah untuk melakukan pelunasan tagihan dengan harapan debitur tidak berpotensi terlambat membayar tagihan.
“Pengenaan denda bagi angsuran yang telat bayar beberapa hari kemungkinan tidak diberikan kecuali sampai beberapa bulan. Beda dengan kartu kredit tentu telat bayar bisa berakibat pada pengenaan denda dari pihak bank atau pemblokiran kartu, ” paparnya. (dik)