Ada 6 Lokasi, Pertamina Gelar Pasar Murah Elpiji di Jembrana Harga Sesuai HET Rp 14.500/Tabung

15

Denpasar (Bisnis Bali) – Adanya isu jika elpiji subsidi 3 kg di Kabupaten Jembrana mengalami kelangkaan, segera ditangani Pertamina dengan segera melakukan evaluasi dan tindakan antisipasi. Salah satunya menggelar pasar murah sebagai langkah quick win di wilayah yang terindikasi kosong.

“Pada Selasa (12/6), kami segera menggelar pasar murah elpiji 3 kg. Sampai saat ini dijadwalkan 1 hari dulu. Kami coba evaluasi apa benar ada kekosongan-kekosongan di daerah seperti yang diberitakan,” kata Sales Executive Elpiji Pertamina Bali, Rainier Axel Gultom, saat dihubungi di Sanur, Selasa (12/6).

Lokasi pasar murah elpiji direncanakan di enam tempat di antaranya di PT Merta Artamagas Lokasi Pengambengan, PT Sumilah Indo Jaya Gas lokasi Tegal Badeng Barat, PT Putra Tarindra lokasi Batuagung, PT Aman Utama lokasi Kelurahan Gilimanuk, PT Pande Astika Dharma di Tegal Cangkring dan PT Pratama Anugerah Dewata lokasi Medewi.

“Sebelumnya kami sudah menggelar pasar murah pada Kamis minggu lalu, dari 1.000 tabung yang disiapkan di 5 lokasi, laku terjual 800 tabung. Ini mengindikasi daerah-daerah di Jembrana tidak ada peningkatan yang sangat signifikan,” ujarnya.

Harga elpiji yang berlaku saat pasar murah, kata Rainier, sesuai dengan HET Bali yaitu Rp 14.500 per tabung. Untuk pasar murah elpiji kali ini disiapkan 200 tabung elpiji 3 kg per lokasinya.

Menurutnya, ketentuan membeli bagi mereka menggunakan Kartu Keluarga (KK) dapat membeli 2 tabung elpiji 3 kg. Apabila tidak bisa menunjukkan KK, bisa dengan KTP tetapi hanya dapat membeli 1 tabung elpiji 3 kg.

Pihaknya pun menerangkan, sudah berkoordinasi dengan Kadisperindag Jembrana dan aparat untuk segera melakukan sidak terkait indikasi adanya isu kekosongan elpiji 3 kg, terutama di tingkat pengecer atau warung.

“Rata-rata kebutuhan normal elpiji 3 Kg di wilayah Jembrana 50 – 52 MT/ hari,” jelasnya.

Terkait masa mudik, ia mengakui, estimasi meningkat sekitar 5 persen dan sudah diantisipasi dengan memberikan extra supply, terhitung mulai 1 minggu sebelum Hari Raya Galungan sampai dengan seminggu setelah Hari Raya Idul Fitri.

Rainier pun menegaskan, Pertamina telah melakukan penambahan suplai elpiji sebanyak 6 persen selama masa Ramadan 2018. Tidak hanya itu, pada 24 hingga 26 Mei juga telah ditambahkan supplai fakultatif (tambahan 7 persen) per harinya sebagai antisipasi Hari Raya Waisak yang jatuh pada 29 Mei dan Galungan pada 30 Mei. Sementara realisasi konsumsi elpiji 3 kg di Bali dalam kondisi normal adalah 630 MT/ hari.

Pada Minggu, 27 Mei juga dilakukan penambahan 5 persen untuk antisipasi Hari Raya Waisak dan Galungan. Kemudian pada 1 Juni 2018 (Hari libur nasional) dilakukan penyaluran fakultatif 70 persen dari normal. Dilanjutkan pada periode 2 – 10 Juni, penyaluran elpiji berjalan normal dengan rata-rata peningkatan 7 persen di atas penyaluran normal. (dik)