Seminar Laporan Akhir Kajian Evaluasi Program KBS

20
istKBS - Bupati Giri Prasta menghadiri langsung Seminar Laporan Akhir Kajian Evaluasi Program Krama Badung Sehat (KBS), Rabu (6/6) di Ruang Kriya Gosana, Puspem Badung.

Mangupura (Bisnis Bali) – Pemerintah Kabupaten Badung melalui Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) menggelar seminar Laporan Akhir Kajian Evaluasi Program Krama Badung Sehat (KBS), Rabu (6/6) kemarin di Ruang Kriya Gosana, Puspem Badung. Seminar ini dihadiri langsung Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Sekkab Badung I Wayan Adi Arnawa. Seminar sehari dengan menghadirkan Tim Evaluator Dr. Pande Januraga dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Udayana ini diikuti Majelis Pertimbangan Kelitbangan, Tim Kelitbangan, dari BPJS, pimpinan perangkat daerah terkait serta RSUD dan puskesmas se-Badung.
Kepala Badan Litbang Badung I Wayan Suambara mengatakan, seminar evaluasi KBS ini dilakukan sebagai implementasi sekaligus mengawal Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB) Kabupaten badung yang dicanangkan Bupati. Salah satu prioritasnya adalah bidang kesehatan. Untuk memastikan program KBS ini apakah sudah mampu mengantarkan masyarakat Badung menjadi masyarakat yang sehat. Dijelaskan, dalam mengevaluasi program KBS, Balitbang bekerja sama dengan LP2M Unud yang telah memotret kekurangan, kelemahan hingga rekomendasi yang diberikan untuk dapat kita dukung sesuai arahan Bupati.
Tim Leader Evaluator LP2M Unud, Pande Januraga memaparkan, dari hasil kajian evaluasi, KBS bertujuan menjamin pembiayaan pelayanan kesehatan masyarakat Badung melalui integrasi pembiayaan subsidi iuran program JKN dan manfaat tambahan terhadap masalah kesehatan dan dampak kesakitan yang tidak ditanggung oleh JKN. Kepesertaan KBS-JKN mencapai hampir 50% dari total peserta JKN. Ini menunjukkan komitmen yang tinggi dari Pemkab Badung untuk mendukung Universal Health Coverage (UHC), namun jalur pekerja penerima upah (PPU) masih rendah. Dengan KBS, juga terjadi peningkatan pemanfaatan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) termasuk peningkatan rawat jalan dan rawat inap di RS. “Program KBS agar tetap dilanjutkan, karena mampu meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap program KBS-JKN,” kata Pande Januraga.

Ia juga menyarankan Kartu KBS dapat dikembangkan menjadi Elektronik Personal Health Record (E-PHR) sebuah kartu yang dapat merekam catatan kesehatan dan sudah diterapkan di Taiwan.
Sementara Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mengapresiasi dan berterima kasih kepada Balitbang dan LP2M Unud yang telah melakukan kajian evaluasi terkait Program KBS di Badung. Dari hasil evaluasi ini, Pemkab Badung akan merampungkan tercakupnya layanan kesehatan di Kabupaten Badung. Salah satunya akan dibuat kartu yang terintegrasi secara online, sehingga penduduk badung akan terekam masalah kesehatannya sehingga segera dapat diambil tindakan. Bupati juga berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan puskesmas 24 jam, sehingga  masyarakat di desa dan kecamatan cukup melakukan pemeriksaan kesehatan di puskesmas. Selain itu rumah sakit berjalan atau home care akan terus dimaksimalkan untuk memberikan pendekatan, dan kemudahan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. (ad 0644)