Pilkada pun Diyakini Mampu Dorong Kinerja Ekonomi Bali

14

Momen pemilihan kepala daerah (pilkada) yang digelar pada 27 Juni 2018 akan  mendorong kinerja ekonomi dan sektor UKM di Bali. Berdasarkan dari prompt indikator yang ada, pertumbuhan ekonomi Bali pada triwulan III 2018 diperkirakan akan mengalami akselerasi dibandingkan triwulan sebelumnya. Seperti apakah itu dan bagaimana kinerja triwulan II dan I?

PILKADA akan  membawa pengaruh positif pada pertumbuhan ekonomi di Bali karena pesta demokrasi lima tahunan ini umumnya akan membuat belanja partai politik meningkat. Keadaan ini bisa membantu usaha ekonomi kecil dan akhirnya meningkatkan pertumbuhan ekonomi Bali pada 2018.

Meningkatnya belanja partai politik atau calon peserta pilkada dapat terlihat terutama dari sisi sosialisasi ke masyarakat yang memerlukan barang-barang seperti baliho, t-shirt, banner, spanduk, konsumsi, kegiatan rapat dan aneka pelengkap kampanye lainnya. Konsumsi partai ini secara tidak langsung membawa rezeki bagi dunia usaha seperti pelaku UKM hingga pengusaha.

Ini pula yang melatari berdasarkan indikator yang ada, kinerja ekonomi Bali pada triwulan II 2018 estimasinya mengalami akselerasi dalam kisaran 5,80-6,20 persen year on year (yoy). Di sisi permintaan, peningkatan kinerja ekonomi Bali tersebut didorong oleh akselerasi kinerja semua komponen permintaan, yaitu konsumsi rumah tangga, konsumsi lembaga nonprofit rumah tangga (LNPRT), konsumsi pemerintah, ekspor luar negeri dan investasi.

Sementara itu, lapangan usaha yang menjadi pendorong utama ekonomi Bali bersumber dari lapangan usaha akomodasi makan dan minum, pertanian, perdagangan besar dan eceran, transportasi dan pergudangan.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali pun juga mencatat konstruksi serta industri pengolahan, sejalan dengan periode musiman (hari besar keagamaan), pembayaran tunjangan hari raya (THR), gaji ke-13 & 14 PNS, masuknya periode pariwisata dan persiapan IMF-WB AM 2018 juga ikut mendukung pertumbuhan ekonomi di Pulau Dewata. (dik)