IKM Didorong Masuk ke Pasar ”Online”

33
IKM - Sejumlah pelaku IKM saat mengikuti workshop e-Smart IKM yang diselenggarakan Direktorat IKM KSAK Ditjen IKM Kementerian Perindustrian.  (kup)

Gianyar (Bisnis Bali) – Sekitar 50 pelaku industri kecil dan menengah (IKM) Gianyar mengikuti workshop e-Smart IKM yang diselenggarakan Direktorat IKM Kimia, Sandang, Aneka dan Kerajinan (KSAK) Ditjen IKM Kementerian Perindustrian di Harris Hotel & Residences Riverview Kuta, 5-6 Juni 2018 ini. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan dorongan kepada perajin untuk memasarkan produknya secara online.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gianyar, I Wayan Suamba mengatakan, Pemkab Gianyar sangat mengapresiasi kegiatan workshop e-Smart IKM. Program ini telah diluncurkan Presiden Jokowi di JCC pada saat acara Industri Summit Indonesia 4.0 dalam rangka peningkatan ekspor untuk produk kerajinan.

Direktur IKM KSAK, E. Ratna Utarianingrum mengungkapkan, revolusi industri keempat (Industry 4.0) telah melahirkan model bisnis yang baru dan berbasis online. Salah satu program prioritas Kementerian Perindustrian adalah pengembangan IKM dengan platform digital melalui e-Smart IKM.

Dipaparkannya, melalui program ini, IKM didorong untuk masuk ke pasar online melalui marketplace besar yang telah bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian yaitu Bukalapak, Tokopedia, Shopee, Blibli, dan Blanja.com. ”Peluang ini perlu direspons cepat oleh pelaku usaha nasional, khususnya sektor industri kecil dan menengah untuk memperluas akses pasar dan bisnis melalui sarana internet,” katanya.

Selama dua hari mengikuti workshop, 50 pelaku IKM Gianyar yang bergerak di sektor fesyen, kerajinan dan herbal belajar berbisnis melalui sarana e-commerce. Hal ini sekaligus ajang sosialisasi program-program Kementerian Perindustrian seperti restrukturisasi mesin peralatan dan SNI. Menurutnya, selain itu, untuk pemantapan peserta workshop diberikan materi strategi pemasaran online dan pengembangan produk seperti desain, kualitas dan teknologi. Bahkan diperkenalkan juga aplikasi pencatatan keuangan dari Bank Indonesia.

Di era saat ini, IKM kita harus update dengan teknologi. “Untuk itu Kementerian Perindustrian berupaya melakukan edukasi pentingnya teknologi digital, manajemen keuangan yang baik, serta produk yang memenuhi standar,” kata Ratna Utarianingrum. (kup)