Badung Fasilitasi Pameran Produk UMKM hingga ke LN

20

KEPALA Dinas Koperasi Perdagangan dan UKM Badung Ketut Karpiana pada seminar ”Strategi Menjadi UMKM Sukses dan Mandiri” yang menampilkan pakar marketing Hermawan Kartajaya memastikan Pemkab Badung  di bawah kepemimpinan Bupati Nyoman Giri Prasta dan Wabup Ketut Suiasa sangat berpihak kepada pelaku UMKM. “Banyak program maupun kegiatan yang digelar untuk kemajuan pelaku UMKM di Badung,” tegas pejabat asal Cemagi tersebut.

Sejumlah pendampingan pun dilakukan. Di antaranya pendampingan di bidang permodalan, pendampingan di produksi sehingga UMKM mampu memproduksi produk yang mumpuni atau berkualitas, serta pendampingan di bidang pemasaran. “Prinsipnya, pemerintah hadir memberikan pendampingan jika pelaku UMKM menemui sebuah permasalahan,” tegasnya lagi.

Khusus di bidang permodalan, ujarnya, Pemkab Badung telah merintis kerja sama dengan lembaga keuangan baik bank maupun nonbank. Di perbankan, Pemkab Badung menjadi pemegang saham terbesar di BPD Bali. Karenanya, UMKM Badung memiliki kesempatan untuk mengakses permodalan di perbankan khususnya di BPD Bali. Hal sama juga bisa dilakukan di lembaga nonbank seperti koperasi dan lembaga perkreditan desa (LPD). “Pemerintah mendukung lembaga keuangan nonbank ini yang nantinya dapat memberikan bantuan permodalan bagi UMKM,” katanya.

Untuk modal murah, tegasnya, lembaga ini bisa memperoleh bantuan dana bergulir dari LPDB. Dengan begitu, modal yang diberikan kepada UMKM berbunga rendah.

Bagaimana jika UMKM tidak memiliki agunan sehingga gagal mengakses lembaga keuangan? Untuk menjawab ini, Badung bekerja sama dengan Jamkrida Bali Mandara yang menjamin  kredit pelaku usaha. Walau tak memiliki agunan yang penting usahanya feasible, Jamkrida akan menjamin kredit UMKM.

Selain mengakses lembaga keuangan, tegasnya, UMKM pun secara langsung diberikan bantuan peralatan. Yang sudah berjalan misalnya alat untuk membuat kembang rampai yang bahannya dari pandan, pengolahan kopi maupun alat pembuatan kerajinan lainnya.

Di bidang produksi, katanya, pendampingan diberikan dalam rangka menciptakan produk yang berkualitas. Di sini, UMKM juga memperoleh pendampingan soal teknik pengemasan dan sebagainya.

Soal pemasaran, ujar Karpiana, pihaknya bekerja sama dengan Dekranasda melakukan pameran baik di tingkat lokal maupun nasional. Secara rutin tiap tahun, Dekranasda menggandeng sejumlah UMKM untuk melakukan pameran di Jakarta, bahkan hingga ke luar negeri. “Dengan mengikuti pameran, prokduk UMKM Badung akan diketahui dan UMKM pun berpeluang sukses,” katanya.

Dengan upaya ini, tegasnya, tantangan yang ada dalam MEA akan bisa disulap menjadi peluang. “Upaya ini dipastikan mampu menjadikan UMKM Badung sukses dan mandiri,” tegasnya.

Dasar hukum pelaksanaan kegiatan seminar ini, katanya, berupa Surat Keputusan (SK) Bupati Badung yang bermaksud mendorong dan memberikan semangat kepada pelaku UMKM dalam menjalankan usaha. Tujuannya adalah terwujudnya perubahan sikap dan wawasan untuk mencapai keberhasilan usaha dan daya saing.

Seminar, ujarnya, menyasar sekitar 300 pelaku UMKM yang tersebar di enam kecamatan di Badung. “Namun hingga hari terakhir, pendaftar membludak hingga 400 orang,” katanya. (ad 0644)