NTP Bali Naik 0,04 Persen, Subsektor Peternakan Beri Andil Dominan

22

Denpasar (Bisnis Bali) – Mei 2018 Nilai Tukar Petani (NTP) di Bali mengalami lonjakan 0,04 persen. Kenaikan  tersebut  dipicu  oleh  turunnya  indeks  harga  barang-barang  hasil  produksi pertanian  (It)  lebih  kecil  daripada  penurunan  indeks  harga  barang  dan  jasa  yang  dibayar  oleh petani  (Ib).

Kepala BPS Bali, Adi Nugroho di Denpasar, Selasa (5/6) mengungkapkan, NTP  juga  menunjukkan  daya  tukar  (term  of  trade) dari  produk  pertanian  terhadap  barang  dan  jasa  yang  diperlukan  petani  untuk  konsumsi rumah tangganya  maupun  untuk  biaya  produksi  produk  pertanian.  Indeks  Nilai  Tukar  Petani  (NTP) diperoleh  dari  perbandingan  antara  indeks  harga  yang  diterima  petani  (It)  dengan  indeks  harga yang  dibayar  petani  (Ib).

“Makin  tinggi  indeks  NTP,  secara  relatif  makin  kuat  pula  peranannya pada  tingkat  kemampuan atau daya  beli  petani,” tuturnya.

Jelas Adi,  Mei  2018 lalu indeks NTP Provinsi  Bali  tercatat  mengalami kenaikan  0,04  persen  dibandingkan  dengan  bulan  sebelumnya,  dari  103,18  menjadi 103,23. Katanya, kenaikan NTP Bali ini karena indeks  harga  yang  diterima  petani  dari  hasil  pertaniannya  (It)  mencapai  132,40  turun 0,11  persen  dibandingkan  April  2018  yang  mencapai  132,54.  Di sisi lain  Indeks  yang dibayar  petani  (Ib)  Mei  2018  tercatat  mengalami  penurunan  0,15  persen  dari  128,45  di  April  menjadi  128,26.

Paparnya, Mei 2018 lalu kenaikan NTP tercatat terjadi pada subsektor  Peternakan  yang sekaligus penyumbang terbesar dengan capaian  0,45  persen,  disusul subsektor  Tanaman  Perkebunan  Rakyat  dan subsektor Perikanan  masing-masing  0,28  persen  dan  0,10 persen.  Sebaliknya  subsektor  Tanaman  Pangan  dan subsektor Hortikultura tercatat mengalami penurunan masing-masing 0,71 persen dan 0,10 persen. (man)