Festival Diharapkan Percepat Proses ”Recovery” Pariwisata

26
kup PROMOSI - Pelaksanaan festival KiloRun Bali 2018 dalam rangka mempromosikan Ubud dan pariwisata Bali.

Pariwisata Bali sempat terpuruk akibat dampak erupsi Gunung Agung. Sejauhmana peran festival seperti di kawasan Ubud yang melibatkan wisatawan langsung sebagai peserta mampu untuk mempercepat pemulihan (recovery) pariwisata Bali?

KAWASAN sentral pariwisata Bali seperti Kuta, Nusa Dua, Sanur termasuk Ubud sudah sangat dikenal dunia internasional sempat merasakan keterpurukan akibat anjloknya kunjungan wisatawan ke Bali. Satelah Bali merasakan dampak erupsi Gunung Agung tentunya, pariwisata Bali harus melalui proses recovery.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar, AA Ari Brahmanta mengatakan, setelah sempat terpuruk akibat dampak erupsi Gunung Agung pariwisata Bali dan Gianyar tentu mesti melalui proses recovery. Proses ini makin penting ketika Indonesia dihadapkan travel advice yang diberikan beberapa negara akibat aksi terorisme yang sempat terjadi seperti di Surabaya.
Ia menjelaskan, proses recovery ini dalam bentuk pelaksanaan festival yang bisa melibatkan wisatawan yang berlibur ke Bali. Wisatawan mancanegara bisa datang ke Bali melalui magnet pelaksanaan festival-festival pariwisata tersebut.
Ia mencontohkan, festival KiloRun Bali 2018 yang mampu menggabungkan lari, makan, berwisata, dan gaya hidup dalam satu even. Even sport tourism yang makin memperkenalkan Ubud di dunia internasional.
Ia meyakini festival KiloRun Bali 2018 menjadi bagian proses recovery pariwisata Bali. Kegiatan even lari dalam KiloRun ini sekaligus dijadikan ajang untuk berwisata. Ubud sebagai bagian pariwisata dunia makin diperkenalkan melalui even KiloRun Bali 2018.
Ia melihat, even KiloRun Bali 2018 merupakan rangkaian festival lari, makan dan berwisata, yang dilaksanakan di empat negara destinasi wisata Asia. Ini meliputi Bangkok di Thailand, Ubud di Indonesia, Osaka di Jepang dan Hanoi di Vietnam. (kup)