Festival Air Suci, Geliatkan Desa Wisata dan Spiritual

14
AIR SUCI - Festival Air Suci yang diikuti wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik yang sedang berlibur di Bali. (kup)

Gianyar (Bisnis Bali) – Bali memiliki potensi pengembangan wisata minat khusus, utamanya desa wisata dengan produk wisata spiritual. Salah satunya digelarnya Festival Air Suci atau The Holy Water Festival yang menjadi salah satu upaya menggeliatkan desa wisata dengan kemasan produk wisata spiritual.

Ketua Asosiasi Desa Wisata Indonesia, Mangku Nyoman Kandia, Selasa (5/6) mengatakan, dalam Festival Air Suci mengangkat branding Desa Wisata Kenderan sebagai destinasi tirta. Desa Wisata Kenderan memiliki sebelas mata air suci berkhasiat beda satu dengan yang lainnya untuk penyembuhan  kesehatan jiwa dan raga.

Ketua Yayasan Dewisnu di Padukuhan Banjar Dukuh, Desa Kenderan, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar ini mengatakan, pelaksanaan Festival Air Suci menggandeng Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Wisata Kenderan yang dipimpin Made Arka.

Dipaparkannya, program ini adalah sebuah bentuk kepedulian Yayasan Dewisnu memberdayakan dan mengangkat potensi-potensi Desa Wisata Kenderan untuk diinformasikan kepada wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara (wisman) agar menginap di homestay milik penduduk setempat. Homestay ini telah tersedia bagi wisatawan agar dapat merasakan kehidupan masyarakat di alam pedesaan Kenderan.

Lebih lanjut dikatakannya, wisatawan akan dapat mengenal lebih dekat sejarah desa Kenderan sebuah Desa Bali Kuno diperkirakan berdiri tahun 962 Masehi zaman Kerjaan Sri Indra Singhamandawa Warmadewa. Pilihan melakukan event The Holy Water Festival adalah terkait dengan pemujaan Dewa Indra sebagai dewa hujan dan dewa perang, sebab Kenderan itu sendiri berasal dari kata Ke-Indra-an. “Terbukti sebelas sumber air suci tersebut sampai kini sangat dikeramati oleh masyarakat Kenderan ,” katanya.(kup)