BPR Dituntut makin Inovatif

19
BPR - Layanan transaksi di salah satu BPR di Bali.

Denpasar (Bisnis Bali) – Bank perkreditan rakyat (BPR) dihadapkan dengan persaingan yang sangat ketat. Oleh karena itu, regulator perlu menciptakan persaingan yang sehat antara perbankan termasuk BPR dengan lembaga jasa keuangan yang lain.

Ketua DPD Perbarindo Bali, Ketut Wiratjana, Minggu (3/6) mengatakan, posisi BPR makin terjepit di antara bank umum dan lembaga keuangan mikro. Ruang pasar yang makin sempit mendorong BPR makin inovatif untuk pengembangan usaha dalam meraih profit.

Ia menjelaskan, fenomena di lapangan bank umum makin ekspansif menggaet dana pihak ketiga (DPK) dan menyalurkan kredit menyasar setiap kecamatan. Bank umum membuka kantor hingga ke pelosok desa menjadi tantangan bagi BPR untuk bisa makin dekat dengan masyarakat.

Dipaparkannya, di sektor mikro BPR juga dihadapkan dengan lembaga jasa keuangan (LJK) lain seperti LPD, koperasi dan terbaru fintech. Hal ini mendorong BPR untuk makin meningkatkan sisi SDM, modal dan penerapan TI.

Menurutnya,  Perbarindo Bali sangat mengharapkan kepada regulator untuk memperhatikan persaingan antar-lembaga jasa keuangan. Hal ini agar persaingan sesama industri keuangan dapat berjalan dengan sehat. (kup)