KEBUTUHAN bunga kamboja di Bali tergolong tinggi. Bunga kamboja tidak hanya digunakan untuk kebutuhan upakara umat Hindu namun juga untuk kebutuhan pariwisata. Bunga kamboja tergolong mudah untuk ditanam dan bisa tumbuh hampir di sembarang tempat.

Pohon kamboja berasal dari Afrika dan Asia Barat yang terkenal dengan nama desert rose (mawar padang pasir). Karenanya, tanaman yang berasal dari gurun pasir ini berkembang dengan baik di tempat kering daripada media yang terlalu basah.

Komang Sukerni, pemilik stand tanaman Bucu Lais di Jalan By Pass Ida Bagus Mantra mengatakan, di Jawa bunga kamboja identik dengan bunga kuburan karena memang di sana bunga ini tumbuh di sekitar pemakaman. Di Bali, bunga ini justru digunakan untuk membuat sarana upakara. “Makanya bunga kamboja sudah menjadi prospek bisnis yang menggiurkan. Kamboja anakan bisa dihargai 20 hingga 200 ribuan di pasaran sehingga banyak orang membudidayakan jenis tanaman ini,” paparnya.

Bunga kamboja bisa dibudidayakan dalam sebuah pot yang bisa diletakkan di mana pun terutama di halaman rumah sebagai hiasan. Meski demikian, kamboja termasuk tanaman yang lebih menyukai cahaya matahari daripada ditempatkan di dalam ruangan tanpa cahaya matahari langsung.

Bunga kamboja dapat ditanam dengan dua cara yaitu stek pada batang dan teknik okulasi. Siapkan lahan untuk penanaman, kemudian gali lubang yang cukup dalam hingga 80 cm. Bersihkan area tanam sehingga tidak ada sisa-sisa bongkahan batubata atau apa pun yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman. “Untuk membuat bibit pilih induk kamboja yang ukurannya besar, tua secara umur serta sehat atau tidak memiliki cacat. Kemudian potong batang kamboja sekitar 20 cm, biarkan hingga  satu minggu di tempat teduh yang lembab,” tuturnya. (pur)