Hari Raya kian Dekat, Harga Kebutuhan pun ”Bergejolak”

48

Sudah menjadi suatu kebiasan menjelang hari raya besar umat beragama selalu diikuti oleh kenaikan harga kebutuhan pokok ataupun kebutuhan penunjang hari raya. Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan kali ini, beberapa kebutuhan upakara sudah mulai melonjak. Seperti apa?

PERGERAKAN harga jelang hari raya sudah mulai terjadi di sejumlah pasar di Kota Denpasar, terutama harga kebutuhan upakara seperti janur, pisang, bunga hingga daging. Hal ini dikarenakan kebutuhan masyarakat yang melonjak drastis dan tidak didukung oleh pasokan yang memadai.

Mulai dari harga canang yang saat ini sudah menginjak harga Rp 20.000 per 25 biji, dari normal Rp 12.000 hingga Rp 15.000 per 25 biji pada hari-hari biasa. Salah seorang pedagang canang di Jalan Ahmad Yani, Ni Ketut Asih, mengatakan, kenaikan harga canang dikarenakan harga bunga dan ceper saat ini sudah mulai meningkat. Dipaparkannya, untuk ceper saat ini sudah mencapai Rp 70.000 per 200 biji, dari sebelumnya Rp 40.000 hingga Rp 50.000 per 200 biji.

Demikian harga bunga, diungkapkannya, sudah mencapai Rp 23.000 per kilogram untuk bunga pacar, dari sebelumnya hanya Rp 15.000 per kilogram. Untuk bunga mitir Rp 12.000 per kilogram dari harga normal Rp 7.000 per kilogram. “Mendekati hari raya nanti, harga bisa naik lagi. Kemungkinan mencapai Rp 25.000 per kilogram,” ungkapnya, sembari mengatakan, kenaikan harga tersebut sudah terjadi jelang hari Sugihan (semingu sebelum Galungan).

Demikian juga harga janur yang juga mengalami kenaikan. Salah seorang pedagang janur di Pasar Badung Cokroaminoto, Ibu Rai, mengatakan, harga janur mengalami kenaikan Rp 1.000 hingga Rp 2.000 per ikat. “Sebelumnya harga janur yang biasanya Rp 18.000 hingga Rp 20.000 per kilogram, saat ini sudah mencapai Rp 22.000 per kilogram,” katanya. (wid)