Bidik 100.000 Nasabah Pensiunan Bank Mantap Gandeng BKN

59
Jpeg

Mangupura (Bisnis Bali) – PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) sepakat bekerja sama dengan Badan Kepegawaian Nasional (BKN) untuk meningkatkan pemanfaatan layanan produk dan jasa perbankan bagi pensiunan aparatur sipil negara (ASN) di seluruh Indonesia. Penandatanganan perjanjian kerja sama dilakukan oleh Direktur Utama Bank Mantap Josephus K. Triprakoso dan Kepala BKN Bima Haria Wibisana, Jumat (25/5) lalu di Kuta.

Kerja sama tersebut meliputi pelaksanaan flagging bagi penerima fasilitas perbankan, sosialisasi layanan dan produk perbankan Bank Mantap kepada pegawai ASN yang masih aktif dan yang akan menjelang pensiun di seluruh Indonesia dalam kegiatan pembinaan atau pembekalan kewirausahaan yang dilaksanakan BKN.

Menurut Direktur Utama Bank Mantap, Josephus K. Triprakoso, tahun ini perseroan menargetkan laba Rp 300 miliar atau tumbuh 153 persen secara year on year (yoy) dan dana murah Rp 2,2 triliun atau tumbuh 122 persen yoy. Dalam mencapai perolehan target tersebut, perseroan harus mengakuisisi nasabah 100.000 pensiunan atau 16 persen dari potensi market share pensiunan PNS dan TNI/Polri di seluruh Indonesia.

“Dengan meningkatnya laba perseroan, akan meningkat juga dividen kepada negara. Pada tahun ini kami telah menyetorkan dividen Rp 16 miliar yang meningkat dari tahun sebelumnya Rp 2,53 miliar. Ini komitmen kami sebagai lembaga keuangan milik bangsa Indonesia, dari negara dan untuk negara,” ungkap Josephus K. Triprakoso.

Josephus menambahkan, pihaknya optimis dapat memberikan layanan keuangan yang memudahkan dan menguntungkan para pensiunan mengingat dukungan perusahaan induk, yakni Bank Mandiri yang memiliki jaringan luas dan produk keuangan yang bervariasi, serta Taspen telah berpengalaman dalam memahami pola dan kebutuhan pensiunan.

“Dalam memudahkan layanan transaksi para pensiunan, saat ini kartu ATM Bank Mantap sudah terintegrasi program Bank Indonesia yaitu Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) yang memudahkan melakukan semua transaksi di mesin ATM dan mesin electronic data capture (EDC) dalam negeri serta layanan mobile banking yang sebentar lagi akan live,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala BKN Bima Haria Wibisana mengatakan, kerja sama dengan Bank Mantap merupakan saling membantu. BKN memfasilitasi penyediaan data-data PNS yang akan pensiun sehingga itu bisa menjadi target layanan oleh Bank Mantap, apakah akan diberikan berbagai macam bentuk usaha atau bentuk-bentuk lainnya.

Sejauh ini BKN sudah menjalin kerja sama dengan sejumlah bank, namun bank-bank tersebut hanya meminjamkan modal tanpa memberikan pendampingan.

“Jika para pensiunan itu belum mengerti bagaimana menggunakan dana untuk usaha justru akan menyulitkan sehingga beban pinjaman akan menjadi besar. Untuk itu, pendampingan atau mentoring sangat diperlukan,” ungkapnya.

Bima mengatakan Bank Mantap berpotensi merebut pangsa pasar pensiunan sesuai segmentasi usahanya mengingat per tahun jumlah pensiunan di seluruh Indonesia mencapai 75 ribu hingga 100 ribu orang.

Direktur Utama Bank Mantap, Josephus K. Triprakoso menambahkan, sampai akhir April 2018 total aset yang dimiliki Bank Mantap Rp 15,86 triliun atau tumbuh sekitar 73,1 persen. Sedangkan dana pihak ketiga mencapai Rp 11,68 triliun atau tumbuh 59 persen, untuk penyaluran kredit berkisar Rp 10,50 triliun atau meningkat sampai 113,1 persen, khusus untuk penyaluran kredit pensiunan Rp 12,33 triliun dengan persentase tumbuh 86,5 persen. Laba bersih yang dihasilkan Rp 104,6 miliar atau naik 153,3 persen dari periode tahun sebelumnya. Saat ini Bank Mantap mempunyai jaringan kantor sebanyak 196 jaringan yang tersebar di 28 provinsi. (ad 0.624)