Prof. Damriyasa Lepas 364 Wisudawan, UNHI Jajaki Kerja Sama dengan Universitas Asing

56
foto bersama senat dan lulusan terbaik.

Denpasar (Bisnis Bali)- Rektor Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar, Prof. Dr. I Made Damriyasa, MS, Kamis (24/5) mewisuda 364 orang sarjana. Wisuda kali ini merupakan wisuda Sarjana ke-53, Magister ke-25 dan Doktor ke- 13.

UNHI saat ini memiliki mahasiswa 4.002 orang, terdiri dari 3.300 orang S1, 563 orang S2 dan 139 orang S3. Wisudawan yang dilepas meliputi 23 orang Sarjana Fakultas Ilmu Agama dan Kebudayaan, 288 orang Sarjana Fakultas Ekonomi, 9 orang Fakultas MIPA, 24 orang Fakultas Teknik, 4 orang Fakultas Pendidikan Agama dan Seni, 9 orang Magister dan 7 orang Doktoral.

Wisudawan terbaik untuk program sarjana diraih I Gede Ega Riantama, SM dengan IPK 3,99 predikat cumlaude, dari program studi (prodi) S1 Manajemen. Untuk program Magister diraih Duwi Oktaviana, M.Pd dengan IPK 3,81, predikat cumlaude dari prodi S2 Pendidikan Agama Hindu, dari program doktor diraih Dr. I Wayan Artha Dipa, DAH.MH, dengan IPK 3,78 predikat cumlaude dari prodi D3 Ilmu Agama dan Kebudayaan.

Pada kesempatan tersebut UNHI juga memberikan penghargaan kepada wisudawan tertua di masing-masing jenjang pendidikan yaitu, Ni Nyoman Artini menyelesaikan jenjang S1 pada usia 53 tahun. Ni Wayan Yuliani, menyelesaikan S2 pada usia 39, dan I Wayan Artha Dipa menyelesaikan S3 pada usia 61.

Penghargaan juga diberikan kepada wisudawan termuda yaitu, Dewa Ayu Ratih Purnama Dewi, menyelesaikan jenjang S1 pada usia 20, Komang Widnyana menyelesaikan pendidikan magister pada usia 24 tahun dan Kadek Hermamalini menyelesaikan pendidikan doktor pada usia 43 tahun.

Rektor  UNHI , Prof. Dr. I Made Damriyasa, MS, mengatakan, dewasa ini tata kelola universitas yang baik menjadi suatu keniscayaan bagi UNHI untuk mampu bersaing di tingkat nasional, regional maupun global. “Kami terus menyempurnakan dan meningkatkan mutu tata kelola universitas. Arus globalisasi dan era revolusi industri 4.0, universitas dituntut untuk melakukan perubahan program dan layanan yang lebih banyak menggunakan teknologi digital atau online,” paparnya. Menghadapi hal tersebut UNHI sedang mengembangkan manajemen data digital yang terintegrasi dalam layanan akademik maupun tata kelola universitas.

Selain itu UNHI telah melakukan berbagai penjajakan kerjasama dengan beberapa universitas, salah satunya dengan Upper Lowa University Amerika untuk mengembangkan program double degree sebagai antisipasi menangkap peluang masuknya universitas asing ke Indonesia.

“UNHI tetap berkomitmen membantu pemerintah mewujudkan peningkatan mutu SDM melalui pemenuhan kebutuhan layanan pendidikan tinggi yang terjangkau oleh masyarakat,” tandasnya. UNHI akan merancang program pendidikan sarjana dan pascasarjana bagi para pengelola pemerintah daerah provinsi, kabupaten termasuk pemerintahan desa dalam rangka program “open extended campus” serta menerapkan pembelajaran daring.(ad 0607)