Budi Daya Bawang Merah Organik Hemat Biaya Rp 2,5 Juta

144

BUDI DAYA bawang merah organik dengan teknologi bugar gembur tanah, ternyata mampu menghemat biaya Rp 2,5 juta per hektarnya. Selain itu pertumbuhan bawang juga lebih cepat sekitar 2 hari dari cara konvensional.

Demplot padi dan bawang binaan Induk UMKM Bali Desa Batubulan Kangin, tengah mengembangkan bawang merah menggunakan teknologi BGT (bugar gembur tanah). Kelian Subak Uma Desa, Wayan Sutara menuturkan, pihaknya baru pertama kali mencoba budi daya bawang dengan sistem organik dengan teknologi BGT. “Sebelumnya, kami juga memiliki demplot budi daya bawang, tetapi dengan sistem konvensional. Sekarang kami mencoba dengan sistem organik ini, yang sebelumnya sempat kami terapkan pada budi daya padi dan hasilnya sangat luar biasa,” ungkapnya.

Melihat hasil budi daya padi yang lebih baik dengan teknologi BGT, pihaknya merasa tertarik untuk mencobanya pada tanaman bawang merah seperti yang dianjurkan Induk UMKM Bali. Ternyata baru beberapa hari tanam perbedaan hasil sudah tampak. “Petani lain yang menanam dengan teknologi konvensional, umur 7 hari baru tumbuh, sedangkan tanaman bawang kami baru 5 hari sudah tumbuh. Kami optimis hasilnya nanti akan lebih baik dari budi daya dengan teknologi konvensional, karena kami sudah membuktikannya pada tanaman padi,” tukasnya.

Ir. I Gede Sutapa, M.P., dosen pertanian Universitas Warmadewa yang menjadi Ketua Bidang Pertanian di Induk UMKM Bali mengatakan dengan teknologi BGT, petani bisa menghemat biaya  produksi Rp 2,5 juta per hektar. “Dengan berkurangnya biaya produksi dan hasil panen lebih baik, keuntungan petani akan lebih banyak.  (pur)