Pasar Pariwisata Sensitif dengan Isu Terorisme

21
BERLIBUR – Sejumlah wisatawan asing yang sedang berlibur di Ubud. (kup)

Gianyar (Bisnis Bali) – Aksi terorisme yang terjadi di Indonesia akan berimbas terhadap penurunan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali. Instansi terkait harus mempercepat penanganan masalah terorisme, sehingga pariwisata Bali bisa segera pulih.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar, Anak Agung Ari Brahmanta, Selasa (22/5) mengatakan, pariwisata Bali merasakan imbas dampak aksi terorisme yang terjadi di beberapa kawasan di Indonesia. Seluruh komponen pariwisata termasuk pelaku pariwisata di Gianyar berharap agar aparat keamanan bisa cepat menuntaskan masalah terorisme.

Ia menjelaskan, pasar pariwisata sangat sensitif dengan masalah terorisme. Sejumlah negara pasar pariwisata Bali telah mengeluarkam travel advice. Walaupun ada travel advice, wisman dari negara tersebut masih tetap berlibur ke Bali.

Ari Brahmanta mencontohkan, Ubud banyak dikunjungi wisatawan dari Eropa dan Australia. Ketika pemerintahnya mengeluarkan travel advice, praktis kunjungan wisatawan dari Eropa dan Australia mengalami sedikit penurunan. (kup)