Denpasar (Bisnis Bali)- Hari Raya Galungan merupakan momen bagi para pengusaha busana adat, untuk meraup keuntungan. Sebagian besar pengusaha akan menambah stok bahkan, meluncurkan tren baru untuk menarik konsumen.

Putu Dona Rngelia, S.H., pemilik Dona Kebaya Bali yang lebih dikenal DKB, Jl. Griya Anyar No. 30 Banjar Kajeng, Pemogan, Denpasar Selatan menuturkan, menjelang Hari Raya Galungan penjualan busana adat pasti meningkat, sehingga pihaknya sudah jauh-jauh hari menyiapkan stok untuk memenuhi permintaan konsumen. “Kalau di toko kami, dua minggu sebelum Galungan ada peningkatan penjualan hingga 50 persen. Mudah-mudahan semakin mendekati hari H, penjualan semakin meningkat,” paparnya.

Menjelang Galungan ini, kata dia,  banyak tren baru yang diluncurkan dan sebagian besar adalah kebaya jadi. “Sekarang saya lebih fokus ke busana adat jadi, baik kebaya maupun kamben. Karena konsumen sekarang lebih memilih busana jadi dan jarang yang membeli bahan,” tukasnya.

Saat ini konsumen lebih memilih sesuatu yang praktis dan tinggal dipakai saja, tanpa harus bingung mencari tukang jahit dan menunggu lama. “Untuk persoalan ukuran tidak menjadi masalah. Kalau dulu orang yang bertubuh agak besar pasti kebingungan untuk mencari ukuran, makanya saya membuat kebaya dengan ukuran ekstra hingga XXL,” ungkapnya.  (pur)