RED pamelo masih satu rumpun dengan jeruk Bali. Namun warna kulitnya yang merah dan rasa buahnya yang manis, menjadi daya tarik bagi konsumen untuk membeli jeruk dari Thailand ini. Sementara bagi petani, daya tahan red pamelo terhadap serangan hama dan berbuah sepanjang tahun sangat menguntungkan, selain belum banyak orang yang membudidayakan red pamelo tersebut.

Cara budi daya red pamelo dan jeruk Bali hampir sama, karena masih serumpun. Red pamelo ini dengan pohon pendek, hanya 2 meter bisa menggantung banyak buah jeruk dengan ukuran besar yang berwarna merah.

Putu, karyawan toko Tanaman Buah Unggul di Jalan Hayam Wuruk Denpasar menuturkan, red pamelo cocok ditanam di daerah berketinggian kurang dari 400 meter di atas permukaan laut. Ia tumbuh baik pada tanah bertekstur gembur dan subur. “Waktu tepat penanaman pamelo adalah awal musim hujan. Jadi petani tidak perlu menyiram bibit pada awal penanaman,” ucapnya.

Pemberian pupuk dasar berupa pupuk kandang yang dicampurkan dengan media tanam. Dengan jarak tanam 5 meter dan lubang tanam ukuran minimal 50cm x 50cm x 50 cm, bibit ditanam setelah media tanam dicampur dengan pupuk kandang.

“Pemeliharaan, lakukan penyiraman tanaman setiap hari 1-2 kali, pagi dan sore pada musim kemarau. Sementara pada musim hujan penyiram tidak perlu dilakukan,” tukasnya. Pamelo memang membutuhkan banyak air untuk pertumbuhannya.  (pur)