Keamanan Bali Wajib Dijaga

36
TERORIS – Keamanan pariwisata Bali harus dijaga agar terhindar dari serangan teroris.  (kup)

Denpasar (Bisnis Bali) – Bali sudah dihadapkan dengan dua kali aksi terorisme melalui bom Bali dan bahkan sempat melumpuhkan sektor pariwisata Bali. Dewan Pembina Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali, Bagus Sudibya, Kamis (17/5) mengatakan, Bali wajib menerapkan pengamanan bersama (swakarsa) dengan strategi people policing (melalui pengamatan bersama terkait kemungkinan aksi terorisme dengan melibatkan seluruh penduduk yang menetap di Bali) guna mencegah aksi terorisme yang mengancam pariwisata Bali.

Ia mengungkapkan, semua masyarakat bersama stakeholder pariwisata harus memantau bersama orang-orang baru dan tidak dikenal. Orang yang mencurigakan harus dilaporkan pada yang berwenang di lingkungan masing-masing.

Ia menjelaskan, pengamatan bersama ini diterapkan agar wilayah Bali tidak mudah disusupi ancaman terorisme. Langkah ini lebih mudah dilakukan di Bali karena Bali memiliki perangkat dinas dan adat yang baik.

Dipaparkannya, aparat dinas dan adat ini ada di tingkat desa dan banjar. Langkah pengamatan bersama ini bisa disinergikan dengan pengamanan swakarsa.

Lebih lanjut dikatakannya, people policing ini sangat tepat diterapkan di tengah situasi tingginya ancaman terorisme. Pengamatan bersama lebih efektif dibandingkan dengan memasang  CCTV. CCTV ini bisa diibaratkan seperti mata palsu. Pengamanan melalui CCTV ini mesti dipadukan dengan people policing.” Ini dikarenakan, CCTV ini harus dikontrol,” katanya. (kup)