Dana Sosial LPD Berpeluang Bantu Ngaben-Nyekah Masal

39
Pelayanan di salah satu LPD di Kota Denpasar (wid)

Lembaga Perkreditan Desa (LPD) merupakan lembaga keuangan milik masyarakat desa pakraman yang memiliki tujuan melestarikan adat, budaya dan agama dengan memfasilitasi aktivitas masyarakat. Keberadaan LPD dikatakan sebagai penunjang perekonomian desa pakraman. Lalu bagaimanakah keadaan LPD di Bali saat ini?

SEBAGAI penunjang perekonomian desa pakraman, LPD menyerahkan kembali keuntungan yang didapatkan ke masyarakat. Hal tersebut dilihat dari 20 persen laba LPD dikembalikan kepada desa pakraman untuk keperluan pembangunan baik fisik ataupun nonfisik. Ditambah dana sosial yang digelontorkan LPD baik secara langsung ataupun tidak langsung melalui berbagai kegiatan sosial hingga bantuan yang sering diberikan kepada masyarakat.

Tak jarang pula beberapa LPD menyisihkan keuntungan untuk menopang kegiatan besar yang dilakukan masyarakat, seperti halnya ngaben masal, nyekah hingga pelaksanaan kegiatan adat lainnya yang menghabiskan dana hingga ratusan juta rupiah.

Dilihat dari perkembangan LPD saat ini, total aset LPD se-Bali mencapai Rp 19 triliun per Maret 2018. Namun dilihat dari aset yang dimiliki masing-masing LPD, dari 1.433 LPD di Bali belum semua LPD mampu memiliki aset tinggi. Hal ini dikarenakan perkembangan tiap-tiap LPD berbeda sesuai potensi desa masing-masing.

Berdasarkan data dari Lembaga Pemberdayaan (LP) LPD, tercatat ada 38 LPD dengan kepemilikan aset di atas Rp 100 miliar, 38 LPD dengan aset di atas Rp 50 miliar di bawah Rp 100 miliar dan 258 LPD memiliki aset di atas Rp 10 miliar di bawah Rp 50 miliar. Selanjutnya 180 LPD dengan aset di atas Rp 5 miliar di bawah Rp 10 miliar, 406 LPD dengan aset di atas Rp 1 miliar di bawah Rp 5 miliar serta 281 LPD dengan aset di atas Rp 100 juta di bawah Rp 1 miliar. “LPD dengan aset di bawah Rp 100 juta masih ada sekitar 232 LPD,” ungkap I Nyoman Arnaya, Ketua LP-LPD Provinsi Bali saat ditemui dalam sebuah acara sosialisasi badan pengawas (panureksa) LPD belum lama ini. (wid)