Bappelitbang Kabupaten Tabanan Gelar FGD, Gandeng 50 Ahli

17
IB. Wiratmaja saat membuka acara FGD.

Tabanan (Bisnis Bali) –  Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bappelitbang) Pemerintah Kabupaten Tabanan, gelar Focus Grouf Discussion (FGD), menggandeng 50 orang ahli di bidangnya masing-masing, yang terdiri dari perwakilan OPD terkait di Lingkungan Pemkab Tabanan dan perwakilan 5 Desa, di Kawasan NIKOSAKE, Kamis (17/5) lalu.

Kegiatan yang digelar di Karunia Village Restaurant, Desa Beraban, Kediri tersebut dipimpin secara langsung oleh Kepala Bappelitbang Kabupaten Tabanan, Ida Bagus Wiratmaja. Hadir juga saat itu Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, I Ketut “Boping” Suryadi dan Direktur Perusahaan Daerah Dharma Santika (PDDS), I Putu Sugi Darmawan.

FGD ini digelar dengan tujuan untuk mendetailkan serta menindaklanjuti Pengembangan Agribisnis Berbasis Kearifan Lokal dan Pariwisata di Kawasan NIKOSAKE (Nira, Kopi, Salak dan Kelapa). Kawasan tersebut meliputi 5 Desa di Kabupaten Tabanan, yakni, tiga Desa di Kecamatan Pupuan ( Desa Belimbing, Sanda dan Munduktemu), serta dua Desa di Selemadeg Barat, yakni Desa Wanagiri dan Desa Lumbung Kauh.

Kelima Desa tersebut memiliki potensi-potensi yang sangat unik, seperti Munduktemu dengan julukan Negeri di Atas Awan, Sanda kalau malam dipenuhi Ribuan Kunang-Kunang dan Wanagiri sebagai Desa Hujan dengan Pemandangan yang Bagus. Dengan adanya FGD ini, diharapkan bisa menggali seluruh potensi-potensi yang ada di 5 Desa di Kawasan Nikosake tersebut.

“Nantinya, bukan hanya produk lokal yang dihasilkan warga saja yang akan dijual, tetapi kita nantinya agar bisa menunjukan aktivitas produksinya. Seperti membuat Nira atau membuat kopi, kita harus bisa jual itu, pertontonkan itu. Sehingga Wisatawan yang datang kesana, bukan hanya disuguhkan produk lokal dan pemandangan alam tapi juga disuguhkan aktifitas produksi sesuai dengan kearifan lokal setempat,” terang IB. Wiratmaja saat membuka acara. (man)